Hingga awal Oktober 2026, PMI Pamekasan Distribusi Air 965 ribu Liter Ke Korban Terdampak Kekeringan

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Hingga awal Oktober 2026 Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur telah mendistribusikan jutaan liter air bersih ke berbagai kabupaten/kota untuk membantu warga yang menghadapi krisis air akibat fenomena El Nino.

Total bantuan sementara PMI Kabupaten/Kota di Jawa Timur mencatat distribusi lebih dari 2,16 juta liter air bersih untuk membantu warga terdampak kekeringan.

Sedang di Kabupaten Pamekasan, operasi kemanusiaan PMI Pamekasan telah menyalurkan sebanyak 965 ribu liter air bersih yang menjangkau 41.132 jiwa di 25 desa berbeda sejak akhir Juli hingga awal Oktober 2026.

“Terhitung sejak akhir Juli 2026 hingga 2 Oktober 2026, total air bersih yang didistribusikan sebanyak 965 ribu liter dan menjangkau sebanyak 41.132 warga terdampak kekeringan di 25 desa berbeda di Pamekasan,” kata Ketua PMI Pamekasan, Sigit Priyono, melalui Sekretaris Hairul Saleh, Jum’at (2/10/2026).

Baca Juga:  Syarat Calon Independen Pilkada 2024 Di Pamekasan Minimal Kantongi 50.724 Dukungan

Berdasar data PMI Jatim, capaian distribusi air terbanyak di Kabupaten Pamekasan, kedua Pasuruan dan Malang. Sedangkan masyarakat yang terjangkau terluas di Kabupaten Malang, Pamekasan dan ketiga Banyuwangi, sebelum Sampang.

Distribusi air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan kemanusiaan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, terutama ketika ketersediaan air bersih mengalami keterbatasan akibat musim kemarau berkepanjangan. Bahkan PMI Pamekasan juga menggandeng sejumlah pihak yang bersinergi membantu warga terdampak kekeringan, seperti jurnalis radio Karimata Fm atau Karimata Media.

“Siapapun kita gandeng untuk kemanusiaan, di HUT 37 Karimata Media sebagai mitra kita,  mereka berdonasi untuk distribusikan air, di 5 titik daerah kekeringan bersama PMI temen-teman Karimata terjun langsung di lokasi,” ujar Hairul.

Baca Juga:  Selama Tahun 2023, BMKG Catat 5.086 Gempa Terjadi di Jatim

Selain mendistribusikan air bersih, PMI Pamekasan juga terus menjalankan kegiatan promosi kebersihan dan kesehatan kepada masyarakat terdampak. “Untuk saat ini, total sasaran dalam promosi dan edukasi kesehatan sudah menyasar sebanyak 2.545 jiwa di Pamekasan,” pungkasnya.

Berdasar data hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, terdapat sebanyak 82 desa yang tersebar di 11 kecamatan di Pamekasan, dinyatakan terdampak kekeringan akibat kemarau 2026.

Angka tersebut tersebar di sebanyak 281 dusun mengalami dampak kekeringan. Dengan rincian 211 dusun masuk kategori kering langka, sedangkan 70 dusun lainnya masuk kategori kering kritis. (Hendra / Faz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *