Angka Lansia di Pamekasan Tembus 118.826 Orang, Dinkes Gencarkan Screening

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Dinas Kesehatan Pamekasan mencatat sebanyak 118.826 warga lanjut usia atau lansia di Kabupaten Pamekasan. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen lansia tercatat masih mampu beraktivitas secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain.

Pengelola Program Gizi Dinas Kesehatan Pamekasan, Anissa Faizah, mengatakan capaian tersebut diketahui melalui kegiatan screening kesehatan lansia yang dilakukan secara berkala oleh puskesmas.

“Alhamdulillah para lansia juga sudah banyak yang sehat dan mandiri tanpa bantuan orang lain, sekitar 70 persen yang kami lihat di data,” kata Anissa.

Menurutnya, Dinas Kesehatan menargetkan seluruh lansia di Pamekasan mendapatkan screening kesehatan dalam satu tahun. Hingga triwulan ketiga 2026, cakupan screening telah mencapai 70,17 persen.

“Dalam kegiatan screening lansia kita target 100 persen lansia itu harus di-screening dalam satu tahun, jadi sampai triwulan tiga ini masih tercapai 70,17 persen,” ujarnya.

Sebagai informasi pelengkap, screening dilakukan melalui posyandu lansia yang kini menjadi bagian dari pelayanan untuk seluruh siklus hidup. Pemeriksaan meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol.

Anissa menjelaskan, lansia yang ditemukan memiliki hasil pemeriksaan di luar batas normal akan mendapatkan edukasi dari petugas puskesmas agar kondisi kesehatannya dapat dikendalikan.

“Misalnya bulan ini di-screening ditemukan kolesterolnya tinggi, teman-teman di lapangan memberikan edukasi bagaimana menurunkan kolesterol, menurunkan tensinya, artinya secara rutin dan berkala,” jelasnya.

Baca Juga:  Polres Pamekasan Lakukan Penutupan Arus Lalu Lintas Di Malam Takbiran 1445 H

Sementara itu, PLT Kepala Puskesmas Sopaah, Dr. Redno, menjelaskan lansia merupakan warga yang berusia 60 tahun ke atas. Dalam ketentuan pemerintah, terdapat lansia potensial yang masih mampu bekerja atau menghasilkan barang dan jasa, serta lansia tidak potensial yang membutuhkan bantuan orang lain.

“Dari definisi lansia itu adalah seseorang yang usianya lebih dari 60 tahun. Ada istilah lansia potensial, di mana lansia tersebut masih mampu melakukan pekerjaan dan menghasilkan sesuatu barang dan jasa,” ungkap Dr. Redno.

Ia mengatakan pelayanan kesehatan lansia tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif hingga paliatif. Pelayanan tersebut diarahkan agar lansia tetap sehat, produktif, berkualitas dan memiliki kondisi fisik, mental serta sosial yang baik.

“Upaya kesehatan yang dilakukan supaya mereka tetap hidup sehat, produktif, berkualitas dan bahagia,” katanya.

Dalam pelayanan di tingkat masyarakat, puskesmas juga mengembangkan posyandu lansia dan puskesmas santun lansia. Pelayanan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan sekaligus edukasi mengenai aktivitas fisik, pola makan dan pencegahan penyakit.

Dr. Redno menambahkan, penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung hingga gangguan kognitif dan demensia menjadi sejumlah persoalan kesehatan yang perlu diperhatikan pada kelompok lansia.

Baca Juga:  Audiensi Penolakan Indomaret di Palengaan, Bupati Pamekasan Hentikan Proses Lanjutan Perizinan

“Demensia itu salah satu gangguan kesehatan yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir logis dan fungsi kognitif lainnya,” jelasnya.

Deteksi gangguan kognitif juga dilakukan melalui screening sederhana di posyandu. Pemeriksaan antara lain menilai kemampuan lansia mengingat sejumlah kata sederhana serta mengenali waktu, tempat dan orang di sekitarnya.

Selain kesehatan fisik, perhatian terhadap kesehatan mental lansia juga dinilai penting. Keluarga dianjurkan meluangkan waktu untuk berkomunikasi, mengajak lansia beraktivitas sosial dan tetap terlibat dalam kegiatan di lingkungan.

“Jadi kita bisa meluangkan waktu secara rutin untuk dekat dengan orang tua. Kita bisa bercerita tentang masa depan, kemudian bercerita tentang zaman dulu orang tua kita, selalu ajak ngobrol,” tutur Anissa.

Dinas Kesehatan Pamekasan juga mendorong adanya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah lansia, termasuk kemungkinan penyediaan ruang aktivitas atau taman yang dapat digunakan untuk kegiatan para lansia.

Sementara itu, pemeriksaan kesehatan lansia di posyandu disebut dapat diakses secara gratis, termasuk pemeriksaan dan obat-obatan sesuai pelayanan yang tersedia.

Upaya tersebut menjadi bagian dari program Dinas Kesehatan Pamekasan untuk mewujudkan lansia yang sehat dan mandiri, sekaligus mendorong keluarga agar ikut berperan dalam menjaga kesehatan orang tua yang telah memasuki usia lanjut. (Ayu/Mi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *