KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Kemarau yang meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Pamekasan membuat kebutuhan air bersih masyarakat semakin meningkat. Di tengah kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pamekasan terus memperkuat aksi kemanusiaan melalui distribusi air bersih ke sejumlah titik yang membutuhkan.
Pada Kamis (20/08/2026), PMI Kabupaten Pamekasan mendistribusikan sebanyak 15 ribu liter air bersih dalam tiga kali pengiriman. Distribusi dilakukan mulai pukul 08.30 hingga 16.00 WIB di Dusun Soro’ Tengah, Desa Pegagan, serta Asrama Putri dan Asrama Putra Syekh Abdurrahman Rabah.
Kegiatan tersebut menyasar 27 kepala keluarga atau 112 jiwa di Dusun Soro’ Tengah. Sementara di masing-masing Asrama Putri dan Asrama Putra Syekh Abdurrahman Rabah, air bersih disalurkan untuk sekitar 175 jiwa.
Selain droping air, PMI juga melakukan promosi kebersihan dan kesehatan secara tatap muka serta menempelkan stiker komunikasi, edukasi dan informasi (KIE) kepada masyarakat. Kegiatan melibatkan personel PMI Kabupaten, relawan PMI dan masyarakat, dengan dukungan satu unit truk tangki PMI bernomor polisi B 9317 SFA.
Di sisi lain, kondisi kekeringan juga mulai berdampak terhadap pelayanan air perpipaan. Dalam informasi gangguan pelayanan yang dirilis Perumdam Tirta Jaya Pamekasan pada Kamis (20/08/2026), disebutkan sejumlah sumber mengalami penyusutan, di antaranya Sumber Tratak III, Sumber Sentol dan Sumber Blumbungan. Kondisi tersebut membuat jam operasional distribusi air dibagi berdasarkan wilayah dan diperkirakan berlaku selama musim kemarau.
Salah seorang pelanggan PDAM di Kelurahan Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu, Hendra, mengatakan kondisi tersebut membuat pelanggan berharap ada dukungan distribusi air bersih, terutama ketika pasokan air perpipaan ikut terdampak.
“Pelanggan PDAM juga berharap bantuan droping dari PDAM seperti yang dilakukan aksi kemanusiaan PMI Pamekasan,” ujar Hendra.
Berdasarkan informasi resmi PDAM terkait gangguan pelayanan, penyusutan debit terjadi di Sumber Trasak III, Sumber Sentol I dan Sumber Blumbungan. Kondisi tersebut membuat jam operasional aliran air harus dibagi selama musim kemarau.
Untuk wilayah Lawangan Daya, operasional air berlangsung pukul 06.00 hingga 19.00 WIB. Sementara wilayah Bonorogo, Darma, sebagian Jokotole, Barurambat Timur, Barurambat Kota dan Nugroho mendapat aliran mulai pukul 19.00 hingga 06.00 WIB.
Sedangkan wilayah Blumbungan, Nyalaran, Asrama Brimob dan Peltong, air menyala setiap dua jam sekali mulai pukul 05.00 WIB. Pembagian jadwal tersebut diperkirakan berlaku selama musim kemarau hingga kondisi sumber air kembali normal.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak kemarau tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah yang mengandalkan sumber air terbatas, tetapi juga mulai mempengaruhi ketersediaan air dalam sistem pelayanan perpipaan. Di tengah menyusutnya sejumlah sumber air, kebutuhan terhadap distribusi air bersih pun semakin meningkat.
PMI Kabupaten Pamekasan terus melakukan droping air sebagai bagian dari respons terhadap Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Kabupaten Pamekasan. (Ainul/Lum)
Karimata Media Dinamika Madura