KARIMATAMEDIA, SAMPANG – Video dugaan pengeroyokan terhadap seorang perempuan di tempat praktik bidan mandiri di Dusun Tetean, Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (10/8/2026) malam.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan terkait video viral tersebut. Kejadian berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB di tempat praktik bidan mandiri milik Hotimah.
“Polsek Ketapang telah menindaklanjuti adanya video viral terkait tindak pidana kekerasan secara bersama-sama (pengeroyokan),” ujar AKP Eko Puji Waluyo.
Korban dalam perkara tersebut berinisial MR (27), warga Kecamatan Ketapang yang bekerja sebagai karyawan kafe. Sementara tiga orang yang dilaporkan sebagai terlapor masing-masing berinisial H (29), S (45), dan H (25).
“Kejadian bermula saat MR diajak H (29) datang ke tempat praktik bidan mandiri di Desa Bira Barat. Setelah itu, datang lima orang, termasuk S (45) dan H (25), sementara tiga orang lainnya tidak dikenal korban. Korban kemudian ditanya mengenai dugaan hubungan dengan suami H (29),” jelasnya AKP Eko.
Setelah itu, korban mengaku pernah berselingkuh dengan suami salah satu pelaku pengeroyokan, namun saat ini sudah putus.
“Setelah itu, H (29) diduga menampar pipi kanan korban dan menjambak rambutnya. S (45) kemudian disebut ikut menjambak dan menarik rambut korban hingga terjatuh,” tambahnya.
Korban juga diduga ditarik pakaian dalamnya hingga robek dan terlepas, sebelum disiram sambal pada bagian kemaluan dan wajah serta diseret keluar dari ruang praktik.
“Kejadian tersebut direkam dan disebarkan oleh H (25),” kata AKP Eko.
Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami rasa sakit pada bagian kepala, leher belakang dan pergelangan tangan kanan, serta rasa panas pada bagian kemaluan selama dua hari. Polisi juga mengamankan satu buah jubah perempuan warna krem dengan bekas siraman sambal, satu buah pakaian dalam warna abu-abu yang robek, serta video rekaman pengeroyokan.
“Upaya yang sudah dilakukan, mendatangi TKP, menerima laporan, melakukan koordinasi dengan Satreskrim Polres Sampang,” ujar AKP Eko. (Bam/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura