KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan mengungkapkan kasus penyakit tidak menular (PTM) di wilayahnya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hipertensi, diabetes melitus, stroke, penyakit jantung hingga kanker menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan dan didominasi oleh pola hidup masyarakat yang kurang sehat.
Koordinator Program Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa dan NAPZA Dinkes Pamekasan, H. Roviki, mengatakan PTM merupakan penyakit yang tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain, namun membutuhkan penanganan jangka panjang sehingga menguras biaya, tenaga, dan waktu pasien maupun keluarganya.
“Kasus penyakit tidak menular dari tahun ke tahun terus meningkat. Yang paling banyak kami temukan di antaranya hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung hingga kanker. Bahkan sekarang banyak pasien usia muda yang sudah mengalami diabetes maupun hipertensi akibat berbagai faktor risiko,” ujar Roviki saat Talkshow Karimata FM bertema Mengenali dan Mendapatkan Pelayanan Secara Holistik pada Pasien Penyakit Tidak Menular.
Dokter Umum UPT Puskesmas Pasean, dr. Sistri Ajeng JM, menjelaskan terdapat dua kelompok faktor risiko PTM, yakni faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, dan keturunan, serta faktor yang dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup.
“Faktor yang paling besar justru berasal dari pola hidup. Konsumsi makanan tinggi garam, lemak, makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, merokok, hingga obesitas menjadi pemicu utama munculnya hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung, penyakit ginjal, bahkan kanker,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat masih sering mengabaikan pemeriksaan kesehatan karena takut mengetahui kondisi kesehatannya. Padahal, deteksi dini menjadi langkah penting agar penyakit dapat dikendalikan sebelum menimbulkan komplikasi.
Untuk itu, Dinkes Pamekasan terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), skrining rutin, edukasi di masyarakat, Posbindu PTM, promosi kesehatan hingga pemanfaatan media digital.
Roviki menyebut pelayanan kepada pasien PTM tidak hanya sebatas pemberian obat, tetapi juga pendampingan, edukasi, hingga pemantauan kepatuhan berobat.
“Kami juga mendekatkan pelayanan melalui puskesmas, pustu, dan bidan desa agar masyarakat semakin mudah mendapatkan pengobatan. Harapannya tidak ada lagi alasan enggan berobat karena jarak pelayanan,” katanya.
Berdasarkan data Dinkes Pamekasan periode Januari hingga Juni 2026, tercatat sekitar 13 ribu kasus hipertensi dan 5 ribu kasus diabetes melitus. Sementara pada 2025, terdapat sekitar 3 ribu kasus penyakit jantung, 1.400 kasus stroke, 100 kasus kanker payudara, serta 27 kasus kanker serviks yang telah terlaporkan.
Dinkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta melakukan pemeriksaan kesehatan minimal satu kali dalam setahun. Langkah tersebut dinilai menjadi cara paling efektif untuk mencegah meningkatnya kasus penyakit tidak menular di Kabupaten Pamekasan. (Ag/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura