Dinkes Pamekasan Saat Talkshow di Karimata Media. (Ist-Karimata)

Imunisasi Kunci Generasi Emas 2045, Dinkes Pamekasan Soroti Peran Besar Ayah

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Peran keluarga, khususnya ayah, dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program imunisasi untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan mengungkapkan masih tingginya penolakan imunisasi yang berujung pada munculnya kasus penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.

Koordinator Surveilans Imunisasi Dinkes Pamekasan, Zainal Alim As’ari, S.KM., M.M, mengatakan tantangan terbesar program imunisasi saat ini bukan hanya akses layanan, tetapi masih adanya penolakan dari keluarga. Berdasarkan hasil survei di lapangan, penolakan tersebut mayoritas berasal dari pihak ayah yang tidak mengizinkan anaknya menerima imunisasi.

“Peran keluarga dalam imunisasi sangat penting. Di lapangan kami masih banyak menemukan penolakan, dan kebanyakan yang menolak justru pihak ayah sehingga anak tidak mendapatkan imunisasi,” katanya.

Ia menjelaskan, dampak rendahnya cakupan imunisasi pernah dirasakan Pamekasan. Setelah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di salah satu kabupaten tetangga pada 2024, penyebaran penyakit tersebut akhirnya masuk ke Kabupaten Pamekasan.

Pada tahun 2025, jumlah kasus campak di Pamekasan tercatat lebih dari 1.200 kasus dengan angka kematian sekitar 12 anak. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinkes melakukan imunisasi serentak di berbagai wilayah.

“Alhamdulillah dampaknya sampai hari ini tidak ada lagi kasus campak. Artinya herd immunity atau kekebalan kelompok sudah mulai terbentuk,” ujarnya.

Baca Juga:  14 Jam Menahan Lapar, Kadinkes Ingatkan Jangan Balas Dendam Saat Berbuka

Menurut Zainal, imunisasi memang dapat menimbulkan efek samping ringan seperti nyeri di lokasi suntikan atau demam. Namun manfaatnya jauh lebih besar karena mampu melindungi anak yang diimunisasi sekaligus mencegah penularan kepada anak lain.

Ia juga mengingatkan bahwa Pamekasan pernah menyumbang kasus polio sehingga masyarakat tidak boleh lengah terhadap pentingnya imunisasi rutin lengkap.

Zainal menjelaskan, imunisasi dimulai sejak bayi lahir. Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kelahiran, bayi diberikan vaksin Hepatitis B, kemudian usia satu bulan mendapatkan vaksin BCG dan Polio.

Menurutnya, anak yang sering sakit akibat tidak memiliki kekebalan akan terganggu proses belajar dan tumbuh kembangnya.

“Kalau anak sering sakit-sakitan tentu akan mengganggu proses pembelajaran. Jangan sampai anak yang kita harapkan menjadi Generasi Emas justru menjadi generasi cemas,” tegasnya.

Ia menambahkan, peta kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di Jawa Timur masih didominasi wilayah dengan risiko tinggi sehingga cakupan imunisasi harus terus ditingkatkan.

Dalam momentum Hari Anak Nasional, Zainal mengajak seluruh keluarga untuk memenuhi hak anak memperoleh kesehatan sejak dini.

“Mari jadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam memenuhi hak setiap anak untuk tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia. Mulailah dari keluarga, lengkapi imunisasi sesuai jadwal, penuhi kebutuhan gizi, berikan kasih sayang, dan ciptakan lingkungan yang aman. Bersama, kita wujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, tangguh, dan berdaya saing,” harapnya.

Baca Juga:  Dinilai Sudah Mampu Secara Ekonomi, Ratusan Penerima PKH di Pamekasan Siap Graduasi

Sementara itu, Penanggung Jawab Program Imunisasi Dinkes Pamekasan, Fathur Rachman Hakim, S.KM, mengatakan rendahnya capaian imunisasi bukan disebabkan minimnya pemahaman masyarakat, melainkan masih kuatnya berbagai mitos, terutama mengenai kehalalan vaksin.

Padahal, Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 Tahun 2016 telah menegaskan bahwa imunisasi pada dasarnya bersifat mubah atau diperbolehkan sebagai bentuk ikhtiar untuk mencegah penyakit.

“Anak yang mendapatkan imunisasi lengkap akan tumbuh lebih sehat sehingga memiliki kesempatan lebih besar meraih cita-citanya. Karena itu kami berharap peran ayah benar-benar all out dalam mendukung imunisasi agar anak bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya.

Imunisasi merupakan upaya meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap penyakit sehingga apabila suatu saat terpapar, tidak akan sakit atau hanya mengalami gejala ringan. Sementara Imunisasi Rutin Lengkap (IRL) adalah rangkaian vaksinasi dasar dan lanjutan yang diberikan untuk melindungi anak dari berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), seperti tuberkulosis (TBC), polio, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, campak, hingga meningitis. (Melli/Ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *