Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman Saat Sambutan. (Ist-KarimataMedia)

Hardiknas 2026 di Pamekasan Jadi Momentum Penguatan Pendidikan dan Karakter Generasi Muda

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 berlangsung meriah di halaman Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu (24/05/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adi Karyono, Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto, Senior Manager MURI Triyono, serta diikuti sebanyak 24.114 siswa se-Pamekasan.

Dalam sambutannya, KH. Kholilurrahman menyampaikan bahwa puncak peringatan Hardiknas menjadi entry point untuk memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Pamekasan. Ia juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan agar segera menuntaskan persoalan banyaknya Pelaksana Tugas (PLT) kepala sekolah dasar di wilayahnya.

Ia menegaskan, saat ini masih terdapat lebih dari 100 kepala SD yang berstatus PLT. Karena itu, dirinya meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk segera melakukan langkah percepatan agar jabatan tersebut bisa diisi secara definitif.

Baca Juga:  Stok Blangko e-KTP di Pamekasan Kosong, Pemohon Diminta Bersabar

“Kalau ini bisa dilakukan berarti saudara mampu, tapi kalau ini tidak bisa dilakukan berarti saudara tidak mampu untuk mengemban amanat menjadi Kepala Dinas Pendidikan,” tegasnya.

Menurutnya, pelaksanaan puncak Hardiknas tingkat Provinsi Jawa Timur di Pamekasan merupakan sebuah kehormatan besar bagi daerahnya. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Kabupaten Pamekasan selama ini dikenal sebagai salah satu kabupaten pendidikan di Pulau Madura. Bahkan, Pamekasan menjadi satu-satunya kabupaten pendidikan yang pernah diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan pada tahun 2010.

Tradisi keilmuan, kata dia, terus tumbuh melalui lembaga pendidikan formal, pondok pesantren, madrasah, sekolah umum hingga perguruan tinggi yang berkembang menjadi pusat pembentukan karakter generasi muda.

Baca Juga:  Ops Keselamatan Semeru 2024, Satlantas Polres Sumenep Pasang Baliho di Titik Rawan Kecelakaan

Ia juga menyebut, pesantren, madrasah dan sekolah yang mengajarkan pendidikan agama secara serius di Pamekasan mencapai sekitar 500 lembaga. Selain itu, siswa kelas 6 SD yang lulus diwajibkan bersamaan dengan lulus uji kompetensi baca Al-Qur’an sebagai konsekuensi Pamekasan sebagai Kabupaten Gerbang Salam.

“Kami meyakini bahwa pendidikan bukan hanya sarana transfer ilmu pengetahuan, akan tetapi juga wahana membangun peradaban, membentuk akhlak, menanamkan disiplin, serta melahirkan generasi sehat, cerdas, tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga menyambut antusias kegiatan pemecahan rekor MURI Senam Anak Indonesia Sehat yang menjadi bagian penting dalam puncak peringatan Hardiknas tahun 2026. (Melli/Ain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *