KARIMATAMEDIA, LAMPUNG – Madura United kembali harus menelan hasil pahit usai takluk 1-3 dari Bhayangkara Presisi Indonesia FC dalam lanjutan Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (11/05/2026) malam. Kekalahan ini membuat posisi Laskar Sape Kerrab masih belum aman dari ancaman zona degradasi.
Madura United sebenarnya sempat memberi harapan kepada publik Madura setelah mampu unggul lebih dulu di awal pertandingan. Namun Bhayangkara FC tampil lebih agresif dan berhasil membalikkan keadaan hingga menutup laga.
Pelatih Karteker Madura United Rakhmat Basuki mengakui pertandingan berubah drastis setelah salah satu gelandang kreatif Madura United harus ditarik keluar akibat cedera di babak pertama. Menurutnya, keluarnya pemain tersebut membuat keseimbangan permainan Madura United mulai goyah.
“Kami ucapkan selamat kepada Bhayangkara yang bermain sangat spartan malam ini. Saya apresiasi kerja keras pemain saya yang tidak berhenti berusaha mengembalikan keadaan meski hasil akhirnya kita kalah,” ujar Coach Rakhmat dalam konferensi pers usai laga.
Ia menilai Madura United kehilangan sosok pengatur ritme permainan sehingga Bhayangkara FC lebih leluasa meningkatkan tekanan dari berbagai sektor. Fokus pemain juga disebut mulai menurun setelah gol penyeimbang tercipta.
Sementara itu, pemain Madura United Paulo Sitanggang menyebut timnya sebenarnya sempat mengendalikan jalannya pertandingan. Namun momentum cepat berubah ketika Bhayangkara mampu tampil lebih menekan.
“Di sepak bola semuanya bisa berbalik tiba-tiba. Kami mencoba merespons, tapi Bhayangkara bisa tampil lebih lagi,” katanya.
Kekalahan ini menjadi alarm serius bagi Madura United jelang akhir musim. Evaluasi besar dipastikan akan dilakukan, terutama dalam menjaga konsistensi permainan dan kekuatan lini pertahanan selama 90 menit penuh. (Fauzi)
Karimata Media Dinamika Madura