KARIMATA MEDIA, SUMENEPĀ – Sebanyak 17 calon jemaah haji asal Kabupaten Sumenep dipastikan tidak dapat menunaikan ibadah haji tahun 2026. Penyebabnya, enam orang meninggal dunia dan 11 lainnya terkendala kondisi kesehatan.K
Kepala Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Sumenep, Ahmad Halimy, mengungkapkan bahwa faktor kesehatan menjadi perhatian utama dalam penentuan kelayakan keberangkatan jemaah.
āAda enam yang meninggal dunia, dan 11 orang tidak berangkat karena sakit,ā ujarnya saat on air di Radio Karimata, Selasa (28/4/2026).
Di sisi lain, sebanyak 1.355 jemaah asal Sumenep tetap dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci. Keberangkatan akan dimulai pada Senin, 11 Mei 2026, yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter).
Kloter 77 dijadwalkan berangkat pukul 03.00 WIB, disusul kloter 78 pukul 10.00 WIB, kloter 79 pukul 13.30 WIB, dan kloter 80 pukul 16.00 WIB. Penetapan resmi kloter masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Halimy menambahkan, persiapan jemaah terus dimatangkan, termasuk kelengkapan dokumen seperti paspor dan kartu nusuk. Distribusi koper juga telah berjalan dan mayoritas jemaah sudah menerimanya.
Ia mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mengikuti manasik dengan serius, serta mematuhi ketentuan penerbangan, termasuk batas maksimal membawa rokok sebanyak 200 batang.
āKepatuhan terhadap aturan ini penting agar proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah berjalan lancar,ā tuturnya.(Sukri/Sl)
Karimata Media Dinamika Madura