Tumpukan sampah di sekitar Pelabuhan Branta Pesisir Pamekasan.

Darurat Sampah di Pelabuhan Branta, Lingkungan dan Ekonomi Terancam

KARIMATA.NET, PAMEKASAN – Pemandangan memprihatinkan terlihat di kawasan Pelabuhan Pantai Pesisir, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Tumpukan sampah yang menggunung dan berserakan di sekitar pelabuhan kian meresahkan warga dan nelayan setempat.

Sampah yang menumpuk tersebut terdiri dari berbagai jenis, mulai dari limbah plastik rumah tangga hingga sisa-sisa industri. Bau menyengat dan pemandangan kumuh pun semakin mencoreng wajah kawasan pesisir yang seharusnya menjadi pusat aktivitas nelayan.

Salah satu staf Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Branta Pamekasan mengungkapkan bahwa persoalan sampah di pelabuhan ini merupakan tanggung jawab bersama. Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, namun upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil maksimal.

Baca Juga:  Polres Pamekasan Catat Angka Kecelakaan Selama Operasi Ketupat Naik Dibandingkan Tahun 2023

“Sudah ada TPS 3R di lokasi ini, tetapi tidak difungsikan oleh warga. Mereka lebih memilih membuang sampah langsung ke sekitar pelabuhan, bahkan ada yang melakukannya dini hari atau subuh. Kami sudah beberapa kali mengadakan kegiatan bersih-bersih, tapi kesadaran masyarakat masih rendah,” ujarnya.

Pihak pelabuhan bahkan mengaku sudah meminta bantuan DLH Pamekasan untuk mengangkut sampah, sampai-sampai biaya BBM dan transportasi sopir ditanggung sendiri, namun tetap tidak terealisasi.

Supriyanto Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan, membenarkan bahwa pihaknya pernah melakukan kerja bakti di kawasan tersebut. Namun ia menegaskan bahwa lokasi pelabuhan juga menjadi kewenangan Kesyahbandaran.

“Kami sangat menyayangkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Padahal ini bukan hanya soal estetika, tapi juga kesehatan dan kelestarian lingkungan,” katanya

Baca Juga:  Kopdes Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2025, Modal Awal Masih Minim

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khomarul Wahyudi, yang turun langsung memantau lokasi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi tersebut.

“Sampah yang berserakan ini mencemari lingkungan dan mengganggu aktivitas nelayan serta warga. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan merusak ekosistem laut,” tegasnya.

Khomarul mendesak Pemkab Pamekasan segera mengambil langkah konkret dalam penanganan sampah di Pelabuhan Branta.

“Pemerintah harus menyiapkan pengelolaan sampah yang terstruktur. Kalau ini dikelola dengan baik, selain menjaga lingkungan, juga bisa berdampak positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat pesisir,” pungkasnya. (Ziyad/Sl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *