KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Pertumbuhan penggunaan energi listrik di Pulau Madura mencapai 7,34 persen, melampaui pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 5 persen. Hingga September 2026, penjualan energi listrik PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura tercatat mencapai 1,4 terawatt-hour (TWh).
Manager PLN UP3 Madura, Radea Cakrawala Nusantara, mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan energi listrik masyarakat serta pertumbuhan pelanggan di empat kabupaten di Madura.
Menurutnya, hingga September 2026, jumlah pelanggan PLN UP3 Madura mencapai sekitar 1,3 juta pelanggan. Pertumbuhan ini menjadi indikator meningkatnya kebutuhan energi listrik, baik dari sektor rumah tangga, bisnis, industri, maupun pemerintahan.
“PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan energi listrik, tetapi juga bagaimana memastikan keandalan jaringan dan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan,” paparnya.
Durasi gangguan rata-rata tercatat sekitar 92 menit per pelanggan, sementara frekuensi gangguan berada di angka 1,53 kali per pelanggan. PLN juga mencatat penurunan jumlah gangguan sekitar 28 persen dibandingkan periode 2025.
“Untuk mendukung keandalan tersebut, PLN UP3 Madura mengoptimalkan otomatisasi jaringan melalui 208 titik key point serta mengerahkan ratusan petugas teknik yang bertugas menangani gangguan dan menjaga kontinuitas pasokan listrik di wilayah Madura,” ucapnya.
Radea menambahkan, transformasi pelayanan PLN pada 2026 tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga diarahkan pada peningkatan pengalaman pelanggan. Pendekatan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan data, digitalisasi layanan, serta keterlibatan aktif petugas dalam memahami kebutuhan pelanggan.
“Peningkatan kebutuhan listrik juga terlihat dari pertumbuhan pelanggan yang terus berlangsung. Secara keseluruhan, jumlah pelanggan bertambah sekitar 4.741 pelanggan atau meningkat sekitar 16 persen,” jelasnya.
Selain pertumbuhan pelanggan, PLN UP3 Madura mencatat peningkatan kebutuhan daya listrik. Dalam pemaparannya, Radea menyampaikan adanya tambahan kebutuhan daya sekitar 65 MVA, dengan proyeksi penambahan sekitar 10 MVA hingga akhir tahun.
“Di sisi pelayanan digital, kami juga terus mendorong pemanfaatan aplikasi PLN Mobile. Dari sekitar 1,3 juta pelanggan di Madura, sekitar 1,1 juta di antaranya telah menggunakan aplikasi tersebut,” tambahnya.
PLN UP3 Madura turut mencatat waktu respons pelayanan melalui kanal digital rata-rata sekitar 27,7 menit, lebih cepat dibandingkan target 30 menit.
Lebih lanjut, Radea menjelaskan, layanan PLN kini didukung ekosistem PLN Group yang tidak hanya menyediakan energi listrik, tetapi juga mencakup layanan konektivitas digital, energi hijau, solusi operasional kelistrikan, hingga pelatihan dan sertifikasi.
“Kami membuka peluang kerja sama dengan pelanggan prioritas untuk menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan sektor bisnis, industri, dan pemerintahan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Radea menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan prioritas yang telah mendukung pertumbuhan penggunaan energi listrik di Madura. Ia berharap koordinasi dan kolaborasi antara PLN dengan pelanggan dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan. (Bam/Ain)
Karimata Media Dinamika Madura