KARIMATAMEDIA, SUMENEP – Festival Musik Tong-Tong se-Madura tak hanya menjadi ajang pertunjukan seni tradisional, tetapi juga momentum untuk memperluas promosi budaya melalui ruang digital. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menyemarakkan festival melalui gerakan “Nongtong Bareng” pada Sabtu (17/10/2026) mendatang.
Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, mengatakan gerakan Nongtong merupakan singkatan dari Nonton, Ngonten, Online, dan Streaming. Kampanye tersebut mengajak masyarakat menikmati pertunjukan secara langsung sekaligus ikut mempromosikan musik tong-tong melalui media sosial.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi musik tong-tong sebagai salah satu kekayaan budaya asli Sumenep.
“Sebagai warga Kabupaten Sumenep, sudah sepatutnya kita bangga memiliki warisan budaya ini. Kebanggaan tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masyarakat dapat berpartisipasi dengan menyaksikan festival, membuat konten, hingga membagikan informasi mengenai musik tong-tong melalui TikTok, Facebook, YouTube, dan Instagram. Konten dapat berupa video pendek atau reels, story, video sesuai permintaan (video on demand/VOD), hingga siaran langsung (live streaming).
Indra berharap, kreativitas masyarakat di ruang digital dapat memperluas jangkauan promosi budaya Sumenep sekaligus mengenalkan musik tong-tong kepada khalayak yang lebih luas.
“Silakan berkreasi melalui akun media sosial masing-masing. Mari kita ramaikan ruang digital dengan konten budaya kebanggaan Sumenep. Semoga kampanye ini semakin luas menjangkau masyarakat,” ajaknya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, menyambut positif gerakan Nongtong Bareng. Ia menilai, inisiatif tersebut membuka ruang bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, untuk ikut mempromosikan Festival Musik Tong-Tong se-Madura melalui dokumentasi dan publikasi di media sosial.
Faruk menambahkan, musik tong-tong memiliki peluang besar untuk semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Festival Musik Tong-Tong Sumenep kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata.
Selain itu, kesenian musik tong-tong juga mendapat kesempatan tampil dalam rangkaian kegiatan MotoGP di Mandalika beberapa hari sebelumnya.
Ia berharap, berbagai momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat promosi budaya Sumenep. Melalui gerakan Nongtong Bareng, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut menjadi bagian dari upaya menjaga dan memperkenalkan warisan budaya daerah kepada generasi berikutnya. (Lumi/Bb)
Karimata Media Dinamika Madura