KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari wilayah Madura mengikuti pelatihan manajemen usaha dan pengembangan sumber daya manusia di Hotel Azana Pamekasan, Rabu (7/10/2026).
Hartono, Manager Field Relation & Community Enhancement Offshore Asset mengatakan, pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola usaha, termasuk manajemen dan pengelolaan keuangan, agar mampu mengembangkan usahanya dan naik kelas.
“Harapannya UMKM-UMKM ini bisa naik kelas, setelah mengikuti pelatihan manajemen pengelolaan maupun keuangan,” katanya.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, mulai pukul 08.30 hingga 16.30 WIB. Kegiatan tersebut merupakan pembinaan lanjutan bagi UMKM yang sebelumnya telah mendapatkan pendampingan.
Hartono menjelaskan, pembinaan terhadap UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan, mengingat pelaku usaha menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengembangan produk hingga persaingan pemasaran.
“Pendampingan UMKM itu nggak bisa sekali dua kali pelatihan. Pembinaan memang harus secara kontinu,” ujarnya.
Sebanyak sekitar 30 hingga 40 pelaku UMKM mengikuti kegiatan tersebut. Pesertanya tidak hanya berasal dari Pamekasan, tetapi juga dari Kabupaten Sampang dan Sumenep.
Sebagai informasi pelengkap, pembinaan kali ini merupakan tahap kedua. Pihak penyelenggara juga melakukan pengukuran terhadap perkembangan UMKM, mulai dari omzet awal hingga perkembangan usaha setelah mendapatkan pendampingan.
Hartono menyebut, pengukuran tersebut dilakukan untuk mengetahui dampak pembinaan, sehingga pelatihan tidak berhenti pada kegiatan saja, tetapi dapat memberikan perkembangan nyata bagi peserta.
“Kami nggak ingin pelatihan menyisakan pelatihan saja tanpa ada dampak positif terhadap perkembangan UMKM itu sendiri,” jelasnya.
Mayoritas produk yang dibawa peserta berupa makanan ringan, seperti keripik pisang, kacang sembunyi, dan kerupuk. Salah satu UMKM binaan bahkan disebut telah berhasil memasarkan produk kacang sembunyi ke jaringan pasar modern Indomaret di wilayah Sampang.
Menurut Hartono, capaian tersebut menjadi salah satu perkembangan positif dari proses pendampingan yang dilakukan. Ia berharap semakin banyak UMKM binaan mampu memperluas segmentasi dan jangkauan pemasaran produknya.
“Kita ingin menaikkan kelas UMKM, sehingga produk yang mereka hasilkan, dari segmentasi pasar maupun jangkauan pemasaran, bisa berkembang,” pungkasnya. (Anisa/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura