Ketua Kwarcab harian Moh Alwi didampingi Wabup Pamekasan H, Sukriyanto menyapa ratusan perserta Jambore di Pamekasan (foto - ist - karimatamedia)

Jambore Perdana Kwarcab Pamekasan Digelar di Jumiang, 600 Peserta Ikuti Perkemahan

KARIMATA MEDIA, PAMEKASAN – Jambore Pramuka tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Pamekasan digelar selama tiga hari di kawasan Jumiang, Pamekasan. Kegiatan yang baru pertama kali digelar di tingkat Kwarcab tersebut diikuti sekitar 450 peserta pramuka, ditambah pembina, pendamping, dan panitia dengan total mencapai sekitar 600 orang.

Ketua Harian Kwarcab Pamekasan, Moh Alwi, mengatakan kegiatan tersebut dibuka pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 13.30 WIB dan dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (23/8/2026). Jambore diisi dengan berbagai permainan dan edukasi untuk melatih kemandirian serta kemampuan peserta hidup berkelompok.

“Kita ingin agar generasi muda memiliki ketangguhan. Mereka diajak hidup mandiri dan berkelompok, karena di tempat perkemahan ada banyak keterbatasan,” kata Moh Alwi.

Baca Juga:  Lapas Kelas II A Pamekasan Siapkan Empat TPS Khusus Warga Binaan

Menurutnya, peserta berasal dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Setiap Kwartir Ranting mengirimkan empat regu dengan masing-masing regu beranggotakan delapan orang.

Alwi menjelaskan, kondisi lokasi perkemahan yang masih memiliki keterbatasan justru menjadi bagian dari proses pendidikan kepramukaan. Peserta diajak merasakan kehidupan di alam, termasuk tidur di atas tanah beralas tikar, mengantre untuk mandi, hingga makan bersama.

“Di tengah keterbatasan itu bisa mendidik kemandirian, kesabaran, dan keuletan anak-anak,” ujarnya.

Ia menyebut jambore tingkat Kwarcab tersebut menjadi kegiatan perdana yang digelar di kawasan Jumiang. Selama ini, kegiatan serupa lebih banyak dilaksanakan di tingkat ranting maupun sekolah, seperti Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) atau Perkemahan Jumat-Sabtu-Minggu (Perjusami).

Baca Juga:  Diteriaki dan Dilempari Batu, Polres Pamekasan Tangkap Bandar Narkoba di Kamar Mandi

Selain melatih kemandirian, kegiatan tersebut juga mengusung semangat kemandirian pangan. Peserta diberikan edukasi agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memahami pentingnya kemandirian pangan sejak dini.

Alwi berharap kawasan Jumiang ke depan dapat dikembangkan menjadi bumi perkemahan maupun lokasi outbound. Namun, menurutnya, sejumlah sarana dan prasarana masih perlu dilengkapi, terutama fasilitas MCK dan kebutuhan dasar lainnya.

“Harapannya Jumiang ini menjadi bumi perkemahan atau bumi outbound. Tetapi sarana-prasarana harus dilengkapi, minimal MCK,” pungkasnya. (Sukriyanto/Ayg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *