Demi Merah Putih Tetap Berkibar, Syaiful Nekat Panjat Tiang Saat Tali Bendera Putus

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Rasa takut diabaikan Moh Syaifullah saat melihat pengibaran bendera Merah Putih dalam Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di Kantor Kecamatan Pamekasan, Senin (17/8/2026), terancam gagal.

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kecamatan Pamekasan itu spontan memanjat tiang bendera setelah tali pengerek putus saat bendera hendak dikibarkan.

Tanpa alat pengaman, Syaiful membuka sepatu dan perlengkapannya, kemudian perlahan memanjat tiang yang cukup tinggi. Sementara itu, sejumlah rekannya memegangi tiang dari bawah untuk memastikan tetap berdiri tegak.

Syaiful sapaan akrabnya mengaku keputusan itu diambil karena melihat petugas Paskibra sempat kebingungan dan prosesi pengibaran terancam terhenti.

Baca Juga:  Empat Penghargaan Nasional Diraih Jatim di Hari Kearsipan ke-55, Khofifah Sebut Arsip Penopang Transformasi Digital

“Bukan karena berani, tapi karena saya sayang sama bendera Merah Putih. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” ujar Syaiful saat On Air di Radio Karimata Dinamika Madura, Senin (17/08/2026).  

Menurutnya, rasa takut sebenarnya tetap ada. Namun, pada saat itu pikirannya hanya tertuju agar Merah Putih tetap bisa dikibarkan di momen penting peringatan kemerdekaan.

“Bendera Merah Putih tidak boleh gagal dikibarkan. Rasa takut ada memang, karena naik tiang setinggi itu. Tapi rasa cinta ke negara lebih besar,” katanya.

Baca Juga:  PMI Dan IFRC Serahkan Bantuan Toilet Komunal, Warga Terharu

Syaiful kemudian berhasil mencapai bagian atas tiang dan mengambil tali yang terputus. Tali tersebut dibawa turun untuk kembali dikaitkan dengan bendera yang sudah dipegang petugas Paskibra.

Ia bersyukur aksi spontan tersebut dapat membantu upacara tetap berjalan khidmat hingga prosesi pengibaran Merah Putih selesai.

Bagi Syaiful, keberanian tersebut bukan untuk mencari perhatian, melainkan bentuk kecintaannya terhadap bendera dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi pada pelaksanaan upacara di tahun-tahun berikutnya. (Lumi/Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *