Pengiriman Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan. (Ist-KarimataMedia)

82 Desa di Pamekasan Terdampak Kekeringan, 70 Dusun Masuk Kategori Kritis

KARIMATA MEDIA, PAMEKASAN – Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Berdasarkan hasil asesmen lapangan dan evaluasi data dari masing-masing kecamatan, tercatat 82 desa di 11 kecamatan terdampak bencana kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Ahmad Dhofir Rasidi, mengatakan, dampak kekeringan tersebut tersebar di 281 dusun. Rinciannya, 211 dusun masuk kategori kering langka, sedangkan 70 dusun lainnya masuk kategori kering kritis.

Baca Juga:  TMMD Tahun 2024 Dibuka, Sinergi Lintas Sektoral Percepat Pembangunan Desa 

“Berdasarkan hasil assessment di lapangan dan evaluasi data desa terdampak kekeringan dari masing-masing kecamatan se-Kabupaten Pamekasan, terdapat 11 kecamatan terdampak bencana kekeringan,” kata Dhofir.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD karena sejumlah wilayah mulai mengalami keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari total 281 dusun terdampak, kategori kering kritis menjadi perhatian khusus karena masyarakat di wilayah tersebut membutuhkan penanganan lebih cepat, terutama untuk pemenuhan kebutuhan air bersih.

Baca Juga:  4 Tahun Vakum Karena Anggaran dan Pandemi, 2024 Pemkab Pamekasan Kembali Gelar Job Fair

“Desa terdampak kekeringan sebanyak 82 desa. Dusun terdampak kekeringan sebanyak 281 dusun, dengan 211 dusun kategori kering langka dan 70 dusun kategori kering kritis,” ujarnya.

BPBD Pamekasan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak. Data tersebut juga menjadi dasar dalam menentukan wilayah yang membutuhkan intervensi dan distribusi bantuan air bersih. (Sukri/Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *