KARIMATAMEDIA, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan Festival Tari Maharaya dapat menjadi event berikutnya dari Madura yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN).
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruq Hanafi, S.Sos., M.Si., mengatakan target tersebut diharapkan bisa terwujud jika Maharaya Festival konsisten digelar dan terus menghadirkan inovasi dalam beberapa tahun ke depan.
“Doanya semoga Festival Maha Raya menjadi event selanjutnya untuk masuk Karisma Event Nusantara,” ujar Faruq.
Menurut Faruq, Maharaya Festival menjadi salah satu event yang patut dibanggakan karena memiliki konsep berbeda. Dari 110 kalender event Kabupaten Sumenep tahun 2026, festival tersebut menjadi satu-satunya kegiatan yang menjadikan jalan raya sebagai panggung utama pertunjukan tari.
“Ini festival adalah festival di jalan raya. Jadi semua sanggar tari yang ikut berlomba bertari di jalan raya sepanjang kurang lebih satu setengah kilometer,” katanya.
Faruq menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap Maharaya Festival dapat menjadi event yang berkelanjutan dan terus digelar pada tahun-tahun berikutnya.
“Harapan dari Bapak Bupati Sumenep dan semuanya, ini menjadi event yang berkelanjutan di tahun 2027, di tahun 2028,” jelasnya.
Ia menilai konsistensi penyelenggaraan serta pengembangan inovasi menjadi bagian penting untuk membuka peluang Maharaya masuk KEN. Terlebih, Sumenep sebelumnya telah memiliki event musik tong-tong yang sudah masuk dalam kalender tersebut.
“Kalau bisa tiga tahun berturut-turut dilaksanakan dengan gebyar dan seperti saat ini, apalagi inovasinya tahun depan dan dua tahun yang akan datang lebih hebat lagi, maka insya Allah, Festival Tari Maha Raya ini akan masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara,” ungkap Faruq.
Maharaya Festival 2026 sendiri mengusung tema “Gelombang dari Pesisir”, dengan jalan raya di depan Labang Mesem Keraton Sumenep menjadi panggung utama. Ratusan penari tampil di sepanjang jalur sekitar 1,5 kilometer, dengan peserta tidak hanya berasal dari Sumenep, tetapi juga Surabaya dan Pasuruan.
Faruq menegaskan, keberadaan event Sumenep di KEN sekaligus menjadikan daerah tersebut sebagai pionir di Madura. Menurutnya, saat ini Sumenep telah memiliki musik tong-tong sebagai salah satu event yang mewakili daerah di kalender KEN.
“Jadi di Madura kita menjadi pionir, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan masih belum masuk KEN, hanya Sumenep,” tegasnya.
Dengan konsep yang terus dikembangkan dan pelaksanaan yang diharapkan konsisten, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap Maharaya Festival dapat menyusul musik tong-tong dan menjadi event seni budaya berikutnya yang membawa nama Sumenep ke kalender Karisma Event Nusantara. (Bam/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura