KARIMATAMEDIA, SIDOARJO – Hasil autopsi sementara terhadap perempuan yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, Rabu (24/6/2026), mengungkap sejumlah temuan penting.
Tim dokter forensik menemukan tanda-tanda yang lazim dijumpai pada kasus kematian akibat asfiksia atau mati lemas, meski penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, mengatakan pada pemeriksaan luar ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga akibat kekerasan benda tumpul. Selain itu, tim forensik juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata serta kebiruan pada selaput lendir mata bagian atas maupun bawah.
“Kelainan ini lazim ditemukan pada mati lemas atau karena asfiksia,” ujar AKBP Ni Made Wiatini saat konferensi pers.
Ia menjelaskan, pada pemeriksaan bagian dalam, tim dokter menemukan lidah, epiglotis, dan saluran napas bagian atas berwarna merah kehitaman. Kondisi serupa juga tampak pada dinding lambung. Selain itu, seluruh organ tubuh korban telah menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
“Pada uji Tos Malin terhadap otot tangan kanan tampak berwarna merah pucat. Kami juga mengambil sampel ginjal kanan dan kiri, lambung beserta isinya, serta kuku tangan kanan dan kiri untuk dilakukan pemeriksaan toksikologi,” jelasnya.
Ni Made menambahkan, pemeriksaan swab vagina menunjukkan tidak ditemukan adanya sperma. Sementara dugaan yang sempat berkembang bahwa korban dalam kondisi hamil juga dipastikan tidak benar setelah dilakukan pemeriksaan organ dalam.
“Terkait dugaan perut yang membesar, setelah dilakukan pemeriksaan dalam ternyata korban dinyatakan tidak hamil. Selanjutnya sampel sudah kami ambil dan akan dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Untuk hasil akhirnya masih menunggu pemeriksaan laboratorium selesai,” katanya.
Hasil pemeriksaan laboratorium forensik nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti kematian korban sekaligus melengkapi proses penyelidikan yang saat ini masih dilakukan oleh pihak kepolisian. (Bam/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura