Bupati Pamekasan Galakkan Jumat Bersih, Ajak Masyarakat Hidupkan Kembali Budaya Gotong Royong

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten Pamekasan terus memperkuat gerakan kebersihan lingkungan melalui program kerja bakti rutin yang digelar setiap Jumat pagi. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga unsur lainnya.

Pada Jumat (19/6/2026), aksi bersih-bersih dipusatkan di kawasan Terminal Lama Pamekasan. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu titik yang membutuhkan perhatian khusus dalam penanganan kebersihan lingkungan.

Bupati Pamekasan, K.H. Kholilurrahman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang selama ini mulai berkurang di tengah masyarakat. Selain itu, program tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“ Lokasi kerja bakti akan terus berpindah-pindah dengan menyasar titik-titik yang selama ini menjadi persoalan sampah dan sering dikeluhkan masyarakat,” Ujarnya saat On Air di Karimata Media.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan dalam menangani persoalan sampah. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Baca Juga:  Libur Panjang, Stok darah di UDD PMI Pamekasan Minim

“ Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan lokasi yang mengalami penumpukan sampah dan sulit ditangani secara mandiri. Laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar bagi pemerintah untuk turun langsung melakukan penanganan,” Jelasnya.

Bupati yang akrab disapa KH. Kholil itu menegaskan bahwa pembangunan daerah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, kemajuan Pamekasan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat ikut terlibat dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Kami hanya menjadi fasilitator dan menyiapkan apa yang dibutuhkan masyarakat. Namun masyarakat juga harus bergerak bersama menuju Pamekasan yang lebih maju,” ujarnya.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, Kholilurrahman mengakui tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih tergolong rendah. Bahkan, menurut perkiraannya, tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan saat ini baru berada pada kisaran 10 hingga 20 persen.

Ia mencontohkan sejumlah lokasi yang masih kerap menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan, seperti kawasan sekitar Jembatan Branta Tinggi, wilayah pesisir dekat Pelabuhan Branta, serta beberapa area yang berada di sekitar aliran sungai.

Baca Juga:  Seorang Nenek di Pamekasan Meninggal Dunia Usai Ditabrak Pemotor

“Kawasan dekat sungai dan pesisir masih sering menjadi tempat pembuangan sampah. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera diatasi,” katanya.

Untuk memperluas gerakan kebersihan, Pemkab Pamekasan berencana menginstruksikan kegiatan gotong royong hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa. Setiap wilayah nantinya diharapkan memiliki jadwal kerja bakti rutin minimal satu kali dalam sepekan, tanpa harus dilaksanakan pada hari yang sama.

Menurut Kholilurrahman, kebersihan lingkungan tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap citra daerah. Lingkungan yang bersih dan tertata diyakini dapat meningkatkan daya tarik Pamekasan sebagai tujuan kunjungan berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya bersama demi mewujudkan Pamekasan yang lebih sehat, nyaman, indah, dan semakin maju di masa mendatang. (Anisa/Mel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *