Awali Musim dari Pesantren, Madura United Berharap Doa Santri Bawa ke Papan Atas

KARIMATAMEDIA, BANGKALAN – Madura United memilih cara berbeda untuk membuka perjalanan menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Bukan di stadion atau pusat kota, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu memperkenalkan skuad barunya di tengah ribuan santri Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan.

Launching tim yang mengusung tema “Bersatu dalam Doa” tersebut digelar Jumat (14/8/2026) dan berlangsung dalam suasana meriah sekaligus khidmat. Sebanyak 33 pemain Madura United diperkenalkan sebagai bagian dari skuad yang akan menjalani kompetisi domestik tertinggi Indonesia musim 2026/2027.

Presiden Madura United, Prof. Achsanul Qosasi, mengatakan pemilihan Pondok Pesantren Nurul Cholil menjadi lokasi launching merupakan bagian dari upaya klub mengawali musim dengan silaturahmi dan doa bersama para kiai serta santri.

“Terima kasih sudah memberikan waktu kepada Madura United untuk melakukan silaturahim di sini dan berdoa bersama untuk musim kompetisi mendatang,” ujar Achsanul.

Baca Juga:  Kawasan Eks PJKA Pamekasan Di Tata Ulang, PKL Wajib Transparan dan Tertib

Menurutnya, keberadaan para santri memiliki peran penting dalam perjalanan Madura ke depan. Ia berharap para santri tetap istiqomah dalam menjalankan perannya hingga nantinya mampu menjadi bagian dari pemimpin bangsa.

“Madura adalah santri. Suatu saat kalian adalah bagian dari pemimpin negeri ini dan insyaallah akan muncul pemimpin-pemimpin Indonesia yang baik ke depan, sehingga akan memperbaiki Madura dan akan memperbaiki Indonesia,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para pemain Madura United, baik lokal maupun asing, tampil dengan nuansa berbeda. Mereka mengenakan peci putih dan sarung layaknya santri sebelum diperkenalkan satu per satu di hadapan ribuan santri yang memadati area pesantren.

Achsanul menyebut keputusan menggelar launching di pesantren bukan sesuatu yang baru bagi Madura United. Klub sebelumnya juga pernah melakukan kegiatan serupa di Pondok Pesantren Al-Hamidy, Banyuanyar, Pamekasan, pada pramusim 2023/2024.

Baca Juga:  Menantu Tega Tusuk Mertua di Pamekasan, Motif Masih Diselidiki

“Kita pernah mengadakan hal seperti ini di Pamekasan. Waktu itu kita prestasi yang terbaik di Madura. Nah, saat ini kita pilih Nurul Cholil selain dekat dengan kami dan santrinya ribuan, luar biasa sambutannya tadi,” jelasnya.

Doa dan dukungan dari para kiai serta santri, lanjut Achsanul, diharapkan menjadi energi positif bagi Laskar Sape Kerrab dalam menghadapi persaingan musim depan.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dalam kegiatan tersebut dapat membawa Madura United tampil lebih baik dan kembali bersaing di papan atas kompetisi.

“Kita harapkan tentunya doa para santri, para kiai tadi yang telah bersama-sama kita berdoa untuk Madura United dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga kita akan menjadi lebih baik, dan insyaallah kita bertarung lagi di papan atas di musim depan 2026-2027,” pungkasnya. (Ainul/Faz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *