KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 1 Desa Pademawu Barat, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas strategi pemasaran digital bagi pengembangan UMKM desa, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Pademawu Barat tersebut diikuti 26 peserta, terdiri dari pelaku UMKM, mahasiswa KKN Universitas Madura (UNIRA), serta masyarakat sekitar. FGD menghadirkan Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Pamekasan, Dra. Helta Yusita, M.Psi., sebagai pemateri.
Kepala Desa Pademawu Barat, H. Yusuf Ihwani, berharap program KKN dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan UMKM di desanya, termasuk melalui pembahasan strategi pemasaran digital.
“Semua kegiatan dan program kerja mengarah ke perkembangan ekonomi, sosial, dan UMKM. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan FGD ini bisa meningkatkan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yusuf, keberadaan mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membangun koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat agar kegiatan yang dilakukan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Saya mengharapkan KKN senantiasa kerja sama dengan masyarakat, koordinasi dengan perangkat desa untuk melaksanakan lebih sempurna dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. H. Umar Bukhory, M.Ag., menilai diskusi tersebut dapat menjadi pemantik bagi pelaku UMKM untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus mencari solusi dalam mengembangkan usaha.
“Dari kita bukan hanya memecahkan segala masalah, tetapi setidaknya acara ini menjadi pemantik untuk menyelesaikan masalah dalam UMKM,” tuturnya.
Di sisi lain, pelaku UMKM Odheng, Ghafiruddin, mengaku mendapatkan wawasan baru dari pembahasan pemasaran digital tersebut. Ia berharap pemerintah desa juga memberikan fasilitasi yang lebih optimal bagi pelaku UMKM agar dapat mengembangkan usahanya.
“Harapan saya yaitu khususnya Desa Pademawu Barat tetap optimis, bisa memfasilitasi pelaku UMKM agar bisa lebih optimal. Yang semangat seperti saya ini masih begitu kurang untuk fasilitasi dari pihak desa,” ungkapnya.
Ghafiruddin juga berharap Desa Pademawu Barat mampu melahirkan lebih banyak produk unggulan, sehingga perkembangan UMKM tidak hanya bertumpu pada produk yang sudah ada.
“Untuk Desa Pademawu Barat agar ke depannya bisa lebih dari tiga produk dan ada yang lebih menonjol UMKM-nya, jadi bukan hanya tiga produk. Artinya, ada lahir UMKM yang lain yang lebih unik lagi,” jelasnya.
Menurut Ghafiruddin, kegiatan FGD tersebut menjadi pengalaman berbeda dibandingkan pelaksanaan KKN di desa tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai pembahasan khusus mengenai UMKM memberikan tambahan pengetahuan bagi para pelaku usaha.
“Saya kira sangat bagus membahas seperti ini, dari UIN Madura, karena selama ini KKN yang pernah ke sini kayaknya hanya sekarang yang mengadakan FGD, tahun-tahun lalu cuma seminar seperti itu. Jadi, bisa jadi tambahan ilmu dan wawasan bagi pelaku UMKM di Desa Pademawu Barat melalui acara FGD ini,” pungkasnya.
Melalui forum tersebut, pembahasan pemasaran digital diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat pengembangan UMKM di Desa Pademawu Barat, sekaligus mendorong adanya fasilitasi yang lebih konkret bagi pelaku usaha di tingkat desa. (Bb)
Karimata Media Dinamika Madura