Ilustrasi telur (Ist-Karimata Media)

Permintaan Lesu Saat Libur Sekolah, Harga Telur di Pamekasan Anjlok

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Harga telur ayam di Kabupaten Pamekasan mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan di sejumlah pasar tradisional, harga telur kini berada di kisaran Rp23 ribu per kilogram.

Analis Perdagangan Ahli Pertama Disperindag Pamekasan, Rifaus Silviani, S.E., mengatakan penurunan harga tersebut dipengaruhi menurunnya permintaan masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah masa libur sekolah serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum kembali berjalan.

“Setelah kami melakukan monitoring di pasar, penurunan harga telur terjadi karena permintaan menurun. Termasuk karena masih libur sekolah dan MBG belum berjalan. Saat MBG aktif, permintaan telur cukup tinggi,” ujarnya saat On Air di Radio Karimata Dinamika Madura, Senin (06/07/2026) siang.

Baca Juga:  Kemarau Panjang 2026 Mengintai, BMKG Minta Warga Siaga Sejak Dini

Menurut Rifaus, ketika permintaan turun, harga telur pun ikut mengalami penurunan. Kondisi tersebut memberikan keuntungan bagi konsumen karena dapat membeli telur dengan harga lebih murah. Namun, di sisi lain, penurunan harga menjadi tantangan bagi para produsen maupun peternak karena berpotensi mengurangi pendapatan mereka.

“Kalau bagi konsumen tentu menguntungkan karena harga turun. Tetapi bagi produsen dan peternak, kondisi ini menjadi persoalan karena harga jual ikut menurun,” katanya.

Baca Juga:  Dugaan Pembacokan di Tlanakan, Korban dan Pelaku Masih Saudara Sepupu

Untuk menjaga keseimbangan harga, Disperindag Pamekasan terus berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan agar harga telur tetap berada pada level yang menguntungkan kedua belah pihak.

“Kami melakukan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan agar harga bisa bertemu di tengah-tengah, sehingga peternak tidak mengalami kerugian dan konsumen tetap mendapatkan harga yang sesuai,” jelasnya.

Meski harga mengalami penurunan, Rifaus memastikan ketersediaan telur di Kabupaten Pamekasan hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. (Melli/Mi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *