KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Seorang balita berinisial AAF (4) meninggal dunia setelah tertimpa beton akibat ledakan septic tank di Dusun Gunung Tangis, Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Selasa (17/03/2026) siang.
Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, S.H., M.M., menjelaskan, kejadian bermula ketika korban sedang bermain bersama beberapa teman sebayanya di area belakang rumah salah satu warga.
“Diduga ada aktivitas berbahaya berupa bensin yang dimasukkan ke dalam lubang septic tank dan disulut api, memicu ledakan gas yang membuat penutup beton terpental dan mengenai korban,” jelasnya kepada gatekeeper Karimata Media, Kamis (19/03/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB pertama kali diketahui oleh ayah korban, Moh. Jalil (30), yang saat itu berada di kandang sapi. Mendengar teriakan warga, ia bergegas ke lokasi dan mendapati anaknya dalam kondisi luka parah.
“Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Palengaan untuk pertolongan awal sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Pamekasan pada pukul 18.00 WIB. Meski tim medis berusaha maksimal, nyawa AAF tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB,” tambahnya.
Pasca kejadian, petugas Polsek Palengaan yang dipimpin AKP Muh. Syaiful B.M., S.Sos., M.H., bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Pamekasan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi dua botol bekas wadah bensin, serpihan pipa paralon, dan pecahan beton penutup septic tank.
“Keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak melanjutkan proses hukum maupun dilakukan autopsi terhadap korban,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat, terutama orang tua, untuk meningkatkan pengawasan anak-anak saat bermain, khususnya di area yang berpotensi membahayakan seperti tangki pembuangan gas atau lokasi dengan bahan mudah terbakar. (Bam/Ain)
Karimata Media Dinamika Madura