Lexsi, Dhani, dan Bima Saat di MBI. (Doc-KarimataMedia)

Dhani dan Bima, Atlet Kickboxing Pamekasan yang Berprestasi di Tingkat Jawa Timur

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Dua atlet muda, Muhammad Romadhan Syafii atau Dhani (Sincay) dan Prada Muhammad Bima Satria, berhasil meraih prestasi dalam kejuaraan kickboxing tingkat Jawa Timur.

Capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan prestasi pada pertandingan berikutnya.

Dhani, siswa SMAN 4 Pamekasan, berhasil meraih Juara 1 GM Fight Series 1 Surabaya sekaligus dinobatkan sebagai Best Fighter. Ia mengaku mulai menekuni bela diri sejak kelas 1 SMP melalui pencak silat setelah diajak temannya. Meski awalnya merasa gemetar saat bertanding, pengalaman tersebut justru membuatnya semakin menyukai dunia bela diri.

“Dari SD sebenarnya sudah ingin menjadi atlet. Awalnya latihan sendiri, kemudian diajak teman ikut pencak silat. Waktu pertama bertanding masih gemetaran, tetapi lama-kelamaan jadi suka,” ungkap Dhani.

Setelah menekuni pencak silat, Dhani beralih ke kickboxing sekitar satu tahun berproses. Sejumlah prestasi yang diraihnya antara lain Juara 1 FBC Season 3 dan Season 4 Pamekasan, Juara 3 Kejuaraan Wali Kota di Surabaya, serta Juara 1 GM Fight Series 1 Surabaya sekaligus Best Fighter.

Dhani menyebut orang tua dan pelatih sebagai pihak yang paling berjasa dalam perjalanan prestasinya. Ia berharap pengalaman dari setiap pertandingan dapat menjadi bekal untuk tampil lebih baik pada kejuaraan berikutnya.

“Untuk anak-anak muda, jauhi maksiat dan lakukan kegiatan yang positif agar bisa meraih prestasi,” pesannya.

Baca Juga:  H+1 Pemilu, Logistik Masih Belum Bergeser Ke Kecamatan

Sementara itu, Prada Muhammad Bima Satria dari Batalyon 516 Yon 540 berhasil meraih Juara 1 Kejurprov Kickboxing Surabaya kategori Kick Light kelas 63 kilogram.

Bima menjelaskan, ketertarikannya terhadap olahraga tarung bermula dari boxing. Ia bahkan pernah mengikuti kejuaraan daerah dan Pekan Olahraga Aceh (PORA) serta menjalani pemusatan latihan atau TC, sebelum mengalami kecelakaan yang menghambat perjalanannya.

Kini, ia kembali mengembangkan kemampuannya melalui kickboxing dengan motivasi membanggakan orang tua, satuan, dan Kabupaten Pamekasan.

“Yang terpenting disiplin mengatur waktu, menjaga kesehatan, pola tidur, dan makanan bergizi. Setelah pertandingan, kita harus mengevaluasi kekurangan dan berlatih lebih baik untuk kejuaraan selanjutnya,” jelas Bima.

Ia juga mengungkapkan dukungan dari rekan-rekan di batalyon menjadi salah satu penyemangat saat menghadapi kejuaraan. Bima dapat bergabung dengan tim Pamekasan setelah mendapat rekomendasi dari KONI. Menurutnya, pelatih serta komandan dan wakil komandan yang memberikan izin menjadi pihak yang berjasa dalam perjalanannya.

Ia berpesan kepada anak muda yang memiliki prestasi agar terus mengembangkan kemampuan dan tidak berhenti berusaha.

Pelatih kickboxing, Lexsi Yohanes S. Warouw, mengatakan Dhani memiliki semangat dan kemampuan adaptasi yang baik saat berpindah dari pencak silat ke kickboxing. Menurutnya, peralihan cabang olahraga membutuhkan pembinaan khusus karena teknik dasar yang digunakan berbeda.

Baca Juga:  Peringati HPN 2026, PWI Pamekasan Dorong Kritik Publik yang Konstruktif Lewat Lomba Esai

“Semangat Dhani luar biasa. Peralihan dari silat ke kickboxing itu tidak mudah karena tekniknya berbeda. Namun, dengan pembinaan dan mengikuti arahan pelatih, perkembangannya cukup baik,” ujarnya.

Lexsi menjelaskan, persiapan atlet menghadapi kejuaraan meliputi penguatan mental, kondisi fisik, dan penguasaan teknik. Setelah bertanding, atlet juga langsung menjalani evaluasi untuk mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki.

Meski demikian, ia mengakui masih menghadapi kendala dalam pembinaan atlet, terutama keterbatasan tempat latihan dan fasilitas ring. Para atlet sebelumnya berlatih di kawasan Arek Lancor, sempat menyewa tempat, dan kini menggunakan fasilitas di kantor KONI.

“Kami berharap tahun ini bisa memiliki ring sendiri agar proses latihan dan pembinaan atlet lebih maksimal. Kami juga berharap dukungan pemerintah daerah terhadap kebutuhan atlet bisa terus ditingkatkan,” katanya.

Lexsi turut mengapresiasi dukungan Ketua KONI terhadap pembinaan kickboxing di Pamekasan. Ia berharap semakin banyak anak muda yang menekuni kegiatan positif dan menjauhi pergaulan bebas, termasuk konsumsi minuman keras.

Prestasi Dhani dan Bima menjadi bukti bahwa kedisiplinan, dukungan keluarga, pembinaan pelatih, serta kesempatan bertanding berperan penting dalam pengembangan atlet muda. Ke depan, peningkatan fasilitas latihan diharapkan dapat mendukung lahirnya lebih banyak atlet berprestasi dari Pamekasan. (Mel/Lum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *