KARIMATAMEDIA, ACEH – Relawan Bawang Mas Group harus menghadapi perjalanan yang sangat menantang saat menyalurkan bantuan ke Pondok Pesantren Darul Mukhlishin, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Perjalanan darat dari Medan menuju Aceh dilalui pada malam hari dengan kondisi jalan berlumpur dan sulit dilalui kendaraan.
Relawan Bawang Mas Group sekaligus Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Khairul Umam, mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan setelah menempuh perjalanan panjang. Ponpes Darul Mukhlishin merupakan lembaga pendidikan terpadu yang membina 235 siswa dan santri dari jenjang TKIT, SDIT, SMPIT hingga SMAIT.
“Perjalanan dari Medan ke Aceh Tamiang benar-benar menguji fisik dan mental relawan. Jalannya penuh lumpur, apalagi kami tempuh malam hari,” kata Khairul Umam saat On Air di Radio Karimata Dinamika Madura, Rabu (14/01/2026).
Ia menjelaskan, Ponpes Darul Mukhlishin yang dipimpin Ustadz Mulkana, Lc., serta SMAIT yang diketuai Ustadz Mahmuri, terdampak banjir besar pada 27 November 2025 lalu. Hingga pertengahan Januari 2026, pihak pesantren masih melakukan proses general cleaning pasca banjir.
“Ini lembaga pendidikan yang cukup lengkap, ada masjid yang kondisinya memang masih membutuhkan banyak dukungan,” ujarnya.
Irul sapaan akrabnya menambahkan, bantuan yang disalurkan difokuskan pada kebutuhan pendidikan dan penunjang ibadah, dengan sistem penyaluran yang dikelola secara taktis dan sesuai kebutuhan lapangan. Relawan bahkan mengajak ustadz dan ustadzah setempat untuk berbelanja sendiri agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Bantuan yang kami salurkan berupa dua unit komputer, dua printer, dua meja, dua kursi, dua sound aktif, serta Al-Qur’an dan sembako. Namun di Aceh, kebutuhan utama justru bukan soal perut, tapi ibadah. Mereka sangat membutuhkan Al-Qur’an dan mukena,” tuturnya.
Selain Aceh, Bawang Mas Group merencanakan penyaluran bantuan lintas provinsi selama sekitar setengah bulan, mencakup Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta wilayah lain yang terdampak bencana. Pada hari penyaluran di Aceh Tamiang, relawan juga bekerja sama dengan Wahana Muda Indonesia untuk menjangkau dua wilayah yang dinilai sangat membutuhkan bantuan sarana ibadah.
“Untuk bantuan fisik seperti jembatan, saat ini masih kami diskusikan. Nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah dan kami ingin menggagas jembatan ikon Madura. Anggaran masih menyesuaikan, karena sebagian dana juga sudah disalurkan untuk korban bencana di Semeru, Sumut, dan Sumbar,” pungkasnya. (Lumi/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura