KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Berawal dari keresahan terhadap tingginya biaya bimbingan belajar bagi anak-anak kurang mampu, komunitas Mandhala Senom di Pamekasan, Jawa Timur, terus mengembangkan kegiatan pendidikan dan sosial berbasis kerelawanan sejak berdiri pada 15 Februari 2015.
Komunitas yang diprakarsai almarhum Zainal Alim tersebut menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar, berbagi, sekaligus terlibat langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Relawan Mandhala Senom, Intan Mauliddiana, yang bergabung sejak 2016, mengatakan keterlibatannya berawal dari keinginan mencari kegiatan yang bermakna di luar rutinitas sehari-hari. Menurutnya, komunitas tersebut memberinya kesempatan untuk berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain.
“Di Mandhala Senom adalah tempat healing saya. Sebenarnya kita ditakdirkan hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga buat orang lain. Jadi di sinilah tempat saya berkembang dan bermanfaat,” ujar Intan saat mengudara di Karimata Media, Minggu (18/10/2026) Sore.
Ia menjelaskan, kegiatan pendidikan dan sosial yang dijalankan Mandhala Senom bertumpu pada semangat kerelawanan. Komunitas ini membuka kesempatan bagi anak muda untuk bergabung melalui proses seleksi terbuka setiap tahun.
Di bidang pendidikan, Mandhala Senom menyediakan bimbingan belajar gratis tanpa biaya pendaftaran maupun honor pengajar. Materi yang diberikan meliputi Matematika, Bahasa Inggris, hingga tahfidz. Sistem pembelajaran juga disesuaikan dengan kemampuan dan daya serap anak, dengan pendampingan dua mentor di setiap kelas.
Selain pendidikan formal, komunitas ini mengembangkan divisi literasi melalui program Piknik Literasi, diskusi buku dan isu terkini, serta perpustakaan keliling bertajuk TBM On Street. Kegiatan tersebut digelar setiap Minggu pagi di kawasan monumen atau Arel Ancor, dengan menyediakan ruang membaca dan menggambar gratis bagi anak-anak.
Pada bidang sosial, Mandhala Senom menjalankan penyaluran sembako, distribusi pakaian layak pakai ke daerah terpencil, hingga Warung Sedekah setiap Sabtu pagi di depan bioskop lama. Program tersebut menyediakan makanan gratis atau dengan infak seikhlasnya bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk pengemudi becak dan warga prasejahtera.
Relawan Mandhala Senom lainya, Maulidia atau Ica, mengungkapkan pengalaman menyalurkan bantuan ke pelosok desa menjadi salah satu hal yang paling berkesan selama mengikuti kegiatan komunitas tersebut.
Ia mengaku merasakan kebahagiaan tersendiri ketika melihat langsung warga yang terbantu, terutama saat menerima pakaian layak pakai yang selama ini sulit mereka dapatkan.
“Pernah ada warga penerima bantuan bilang kalau sebelumnya mereka harus menunggu lama untuk punya baju layak pakai. Saat melihat mereka terbantu dan bahagia, rasanya ada kebahagiaan yang tidak bisa tergantikan oleh apa pun,” tutur Ica.
Sebagai informasi pelengkap, Mandhala Senom juga mengembangkan program baru bertajuk Skill Up Mission untuk peserta tingkat SD dan SMP. Program ini berfokus pada pengembangan kemampuan diri melalui proyek nyata di masyarakat, dengan materi pemecahan masalah, kerja sama tim, berpikir kritis, dan kepercayaan diri. Meski berbayar, program tersebut menyediakan opsi beasiswa bagi peserta yang terkendala biaya.
Intan juga berharap orang tua memberikan dukungan kepada anak-anaknya untuk terlibat dalam kegiatan positif. Menurutnya, pengalaman di luar lingkungan sekolah dapat membantu anak mengasah keterampilan hidup sebagai bekal menghadapi masa depan.
Masyarakat yang ingin berdonasi maupun anak muda yang tertarik menjadi relawan dapat memantau informasi melalui akun Instagram resmi @mandhalasenom. Sekretariat komunitas ini berada di Jalan Veteran Nomor 140, Pamekasan, tepatnya di depan perempatan Mie Ayam Senayan.
Kehadiran Mandhala Senom menunjukkan bahwa keterlibatan anak muda tidak hanya dapat diwujudkan melalui gagasan, tetapi juga melalui kegiatan nyata yang membuka akses pendidikan dan membantu masyarakat yang membutuhkan. (Fauzi/Lum)
Karimata Media Dinamika Madura