DKP dan AJP Ajak Generasi Muda Pamekasan Kenali Jasa M. Tabrani

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) bersama Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) berupaya mengenalkan kembali jasa M. Tabrani, tokoh asal Pamekasan yang berperan penting dalam sejarah lahirnya bahasa Indonesia, khususnya kepada generasi muda.

Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian kegiatan mengenang M. Tabrani, mulai dari ziarah makam, tawasul, hingga rencana sarasehan budaya bertema “Dari M. Tabrani untuk Indonesia”.

Ketua DKP Arief Wibisono mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar mengenang sosok M. Tabrani, tetapi juga menanamkan kebanggaan terhadap sejarah dan budaya lokal yang memiliki kontribusi bagi perjalanan bangsa.

“Peradaban ini bukan sebatas arsip, tapi bagaimana generasi ini merasakan sebuah kebanggaan budaya masa lalu hingga sekarang,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).

Pria yang akrab disapa Ayek itu menjelaskan, perwakilan DKP telah berziarah ke makam M. Tabrani di Tanah Kusir, Jakarta, pada 10 Oktober 2026, bertepatan dengan hari kelahiran tokoh tersebut. Ziarah itu menjadi bagian dari haul untuk mengenang sekaligus mendoakan sosok yang dikenal sebagai salah satu penggagas penggunaan nama bahasa Indonesia.

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran, Proyek Jalan Rp75 Miliar di Pamekasan Gagal Terealisasi

Menurut Arief, mengenang tokoh terdahulu juga menjadi cara untuk merawat hubungan batin sekaligus menghargai sumbangan pemikiran mereka terhadap identitas kebangsaan.

“Dengan mengingat beliau kembali, kita wajib saling mendoakan. Apalagi, yang meninggal itu merupakan tokoh yang memiliki inisiatif terhadap sebuah peradaban,” terangnya.

Sebagai informasi pelengkap, DKP bersama AJP juga menggelar tawasul di kawasan Monumen Arek Lancor, Pamekasan, sebagai bagian dari upaya mengenang jasa M. Tabrani dari daerah asalnya. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengantar menuju sarasehan budaya “Dari M. Tabrani untuk Indonesia”.

Ketua AJP M. Khairul Umam mengatakan, pemikiran dan perjuangan M. Tabrani perlu terus diperkenalkan agar masyarakat, terutama generasi muda, memahami kontribusi tokoh asal Pamekasan tersebut dalam sejarah nasional.

“Jangan sampai kita hanya mengenal tokoh-tokoh besar dari buku sejarah, tetapi lupa bahwa dari Pamekasan pernah lahir sosok yang ikut memberikan sumbangan penting bagi perjalanan Indonesia. M. Tabrani bukan hanya kebanggaan Madura, melainkan juga bagian dari sejarah bangsa,” ujarnya.

Baca Juga:  Empat Desa Sekitar TPA Angsanah Belum Miliki TPS3R, DPRD Dorong Segera Diwujudkan

Khairul Umam menegaskan, upaya merawat warisan M. Tabrani tidak cukup dilakukan melalui ziarah atau kegiatan seremonial. Gagasan dan perjuangannya perlu dikenalkan melalui pendidikan, diskusi kebudayaan, serta pemberitaan media.

“Yang perlu kita rawat bukan sekadar nama, tetapi juga gagasan dan keberaniannya. Generasi muda harus tahu bahwa tokoh dari daerahnya turut berperan dalam perjalanan Indonesia. Dari sana tumbuh kebanggaan sekaligus dorongan untuk berkarya dan memberikan kontribusi bagi bangsa,” tuturnya.

Melalui kolaborasi tersebut, DKP dan AJP berharap sarasehan budaya “Dari M. Tabrani untuk Indonesia” dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam merawat sejarah serta mewariskan nilai perjuangan tokoh lokal kepada generasi berikutnya. (Bam/Faz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *