Waspada 10 Hari ke Depan, Cuaca Ekstrem Mengintai Sejumlah Wilayah Jawa Timur

KARIMATAMEDIA, SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 1 hingga 10 Februari 2026. 

Kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

BMKG Juanda menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem tersebut diprakirakan melanda wilayah Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, serta Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu.

“Seluruh wilayah Jawa Timur saat ini sudah memasuki musim hujan, bahkan beberapa daerah masih berada pada fase puncak musim hujan,” tulis BMKG Juanda dalam keterangan resminya. 

Baca Juga:  Hari Ibu, 22 Desember: Pesan Haru Ali Masykur tentang Peran Ibu sebagai Madrasah Pertama

Kondisi tersebut diperkirakan akan diikuti peningkatan intensitas cuaca ekstrem dalam sepuluh hari ke depan yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

BMKG menjelaskan, potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh masih aktifnya monsun Asia, adanya gangguan gelombang atmosfer seperti Low Frequency, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur. 

Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif.

“Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” lanjut keterangan BMKG Juanda.

Baca Juga:  Madura United Soroti Regulasi yang Masih Membingungkan

BMKG Juanda juga mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak, khususnya di wilayah dengan topografi curam, pegunungan, dan daerah rawan bencana. 

Dampak yang perlu diantisipasi antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang.

Berdasarkan analisis angin gradien pada ketinggian 3.000 feet tanggal 30 Januari 2025 pukul 19.00 WIB, angin dominan bertiup dari arah barat dengan pola pertemuan angin atau konvergensi, serta terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah Jawa Timur hingga mencapai 20 knot.

BMKG Juanda berharap masyarakat terus memantau informasi cuaca terkini dan mengambil langkah antisipatif guna meminimalisir risiko yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem selama periode tersebut. (Ainul/Ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *