Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, Sebabkan Rumah Rusak di Pamekasan

KARIMATA.NET, PAMEKASAN – Angin kencang yang mengakibatkan beberapa atap rumah milik warga di sekitar Kecamatan Pakong Pamekasan, mengalami kerusakan pada Jumat (05/01/2024) siang.

Zaini, Humas BPBD Pamekasan menjelaskan, hal itu terjadi di dua lokasi yakni di Dusun Jate, Desa Lebbek, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, dan di Dusun Sumber Bintang, Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan.

“Hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang mengguyur sekita wilayah Pakong yang menyebabkan beberapa rumah rusak,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Gatekeeper Radio Karimata.

Menurutnya, untuk di Desa Lebbek, Dusun Jateh, Kec. Pakong tidak ada Korban Jiwa hanya saja Kerugian Material Atap teras Masjid dengan ukuran 8×15 meter mengalami kerusakan ringan.

“Untuk di Desa Pakong, Dusun Sumber Bintang, tidak ada korban jiwa juga, hanya saja kerugian materil yang menimpa Kamiludin yang Atap teras rumahnya rusak ringan dengan kerugian asbes sebanyak 8 lembar dan genteng sekitar ±50 buah, dan pak Muhammad yang mengalami kerusakan di atap dapur rusak ringan dengan kerugian asbes sebanyak 3 lembar dan genteng sekitar ±100 buah,”  jelasnya.

Selain itu hal serupa dialami Moh. Raji yang mengalami kerusakan di bagian Atap dengan kerugian asbes sebanyak 3 lembar, dan Muhammad Ra’e, mengalami kerusakan ringan pada rumahnya dengan kerugian asbes sekitar 10 lembar.

Menurut Zaini, Kejadian tersebut mendapat respons cepat dari berbagai pihak terkait penanggulangan bencana. Ikut hadir di lokasi tim Reaksi Cepat (TRC), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Agen Informasi Bencana Jawa Timur, TNI (Tentara Nasional Indonesia), POLRI (Kepolisian Republik Indonesia), Tagana (Tim Penanggulangan Bencana), Aparat Desa, dan Partisipasi aktif dari masyarakat sekitar.

Sementara, Plt Kepala BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, di tengah pergantian musim yang rawan terjadi angin kencang dan banjir.

“Karena informasi dari BMKG untuk puncak musim hujan ini akan terjadi di bulan Januari Dan Februari, jadi kemungkinan hal yang tidak kita harapkan bisa terjadi, selain itu masyarakat bisa laporan langsung BPBD Pamekasan, karena kami juga mendirikan posko darurat Hidrometeorologi di monumen Arek Lancor yang disiagakan 24 jam dalam mewaspadai kebencanaan,” jelasnya saat on air di Radio Karimata Jumat, (05/01/2024) malam.

Check Also

Madura United Kehilangan Benteng Pertahanan: Guntur Ariyadi dan Alex Vandjin Hengkang

KARIMATA.NET, PAMEKASAN – Dua pemain belakang andalan Laskar Sape Kerrab, Guntur Ariyadi dan Alex Vandjin, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *