Mappilu PWI Pamekasan Minta Bawaslu Serius Tangani Dugaan Pelanggaran Pemilu

KARIMATA.NET, PAMEKASAN – Ketua Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Moh. Ridwan meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berani mengambil sikap dan tegas terhadap kasus dugaan money politics yang dilakukan oleh Gus Miftah dan Haji Her.

Menurut Ridwan, siapapun pelakunya tindakan money politics merupakan pelanggaran berat dalam pesta demokrasi dan harus ditangani dengan serius.

“Ini kesempatan bagi Bawaslu Pamekasan untuk menunjukkan integritas, karena dugaan money politics yang ditangani melibatkan pendakwah kondang Gus Miftah dan pengusaha tembakau Haji Her,” katanya kepada Jurnalis Karimata, Kamis (04/01/2024) pagi.

Ridwan juga mengingatkan Bawaslu Pamekasan tidak ‘main mata’ dan tidak pandang bulu menangani pelanggaran Pemilu. Menurutnya keputusan Bawaslu terhadap kasus ini sekaligus bisa menentukan kualitas demokrasi.

“Ada kasus dugaan money politics oleh Caleg tidak ditangani serius oleh Bawaslu beberapa waktu lalu, saat ini dihadapkan dengan kasus yang sama, jangan sampai dugaan ini tidak tuntas, jika telah memenuhi unsur pelanggaran money politics, maka harus ditindak tegas untuk perbaikan kualitas demokrasi,” tegas Ridwan.

Sebelumnya, Suryadi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Pamekasan melalui Pleno menetapkan video viral Gus Miftah bagi-bagi uang sebagai temuan dugaan money politic berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepolisian dan Kejaksaan pada Rabu (03/01/2023).

Selanjutnya Bawaslu Pamekasan akan memanggil sejumlah pihak yang terlibat dalam video tersebut. Mulai dari  Khairul Umam atau H. Her sebagai pemilik tempat, Gus Miftah sebagai pihak yang membagikan uang, termasuk pihak-pihak yang menerima uang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *