Sejumlah warga Palengaan Daja Pamekasan perbaiki jembatan dengan swadaya (foto -ist Karimatamedia)

Jembatan Darurat Bertahan Empat Tahun, Warga Palengaan Daja Terpaksa Swadaya

KARIMATA MEDIA, PAMEKASAN – Kondisi jembatan penghubung di Kampung Sekaan, Desa Palengaan Daja, Kabupaten Pamekasan, memprihatinkan. Selama kurang lebih empat tahun terakhir, jembatan yang menjadi akses utama menuju Pasar Palengaan dan jalur vital bagi aktivitas pendidikan warga itu rusak tanpa penanganan permanen dari pemerintah. Akibatnya, masyarakat setempat terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya demi menjaga akses tetap bisa dilalui.

Warga setempat, Hoddin, menyampaikan bahwa perbaikan terakhir dilakukan pada Jumat (16/1/2026) melalui gotong royong masyarakat. Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran penting dalam menopang aktivitas ekonomi dan pendidikan warga, karena menjadi satu-satunya jalur utama menuju pasar dan sekolah.

Baca Juga:  SUARA PEMILU 2024

“Jembatan ini sudah rusak sekitar empat tahun. Karena belum ada perbaikan dari pemerintah, warga terpaksa memperbaiki sendiri agar tetap bisa dilewati,” ujar Hoddin.

Ia menjelaskan, kondisi jembatan yang hanya terbuat dari bambu sangat rentan rusak, terutama saat musim hujan. Material bambu yang mudah lapuk membuat jembatan tersebut nyaris setiap tahun harus dibangun ulang atau diperbaiki secara darurat oleh warga.

“Kalau hujan, kondisinya sangat rawan. Hampir setiap tahun kami gotong royong lagi karena bambunya cepat rusak,” katanya.

Kerusakan jembatan ini tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas pendidikan dan perekonomian. Para siswa harus melintasi jembatan darurat setiap hari untuk berangkat dan pulang sekolah, sementara warga yang membawa hasil dagangan ke Pasar Palengaan kerap kesulitan saat kondisi jembatan memburuk.

Baca Juga:  Ratusan Sapi Madura Dikirim ke Kalimantan Jelang Idul Adha, DKPP Pamekasan Pastikan Kesehatan Ternak

Meski telah dilakukan perbaikan mandiri, warga menilai kondisi jembatan masih jauh dari kata aman. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan instansi terkait segera turun tangan dengan memberikan solusi yang lebih permanen, agar akses vital tersebut tidak lagi bergantung pada perbaikan darurat berbahan bambu. (Sukri/Ayg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *