Breaking News

Revitalisasi 4 Lokasi PKL di Pamekasan Dianggarkan Rp 4 Miliar

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten Pamekasan merencanakan revitalisasi dan reaktualisasi empat sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) pada tahun 2026 mendatang. Program ini disiapkan untuk meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus mengoptimalkan fungsi sentra PKL yang selama ini dinilai belum maksimal.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Pamekasan, Achmad Sjaifudin, mengatakan langkah tersebut bukan sekadar renovasi fisik, melainkan penataan ulang secara menyeluruh agar sentra PKL lebih tertib, fungsional, dan bernilai estetika.

“Bukan renovasi biasa, tapi revitalisasi dan reaktualisasi. Supaya sentra PKL benar-benar punya daya tarik dan memberi manfaat maksimal bagi PKL,” ujar Sjaifudin saat on air di Dinamika Madura Radio Karimata, Selasa (03/02/2026).

Empat sentra PKL yang masuk rencana revitalisasi meliputi Sae Salera Jalan Niaga, Sae Rassah Jalan Dirgahayu, Food Colony Jalan Kesehatan, serta kawasan eks PJKA Jalan Trunojoyo Pamekasan. Khusus eks PJKA, penataan masih akan dipilah antara sisi utara dan selatan sesuai kebutuhan dan kesiapan lokasi.

Baca Juga:  Setelah Sempat Terhenti, Program MBG Sumenep Kembali Berjalan

Sjaifudin menjelaskan, sebelum pelaksanaan, pemerintah akan melakukan kajian menyeluruh, mulai dari desain, estetika, hingga fungsi kawasan. Hal ini agar sentra PKL nantinya benar-benar menjadi ikon baru di Pamekasan.

“Kami ingin sentra PKL itu ikonik, berkesan, bahkan instagramable. Tidak kumuh dan tidak semrawut, tapi tetap sesuai aspirasi PKL,” tegasnya.

Dari sisi anggaran, Diskop UKM memperkirakan kebutuhan dana berada di kisaran Rp3 hingga Rp4 miliar. Namun, besaran anggaran tiap sentra belum dapat dirinci karena tingkat kebutuhan dan tantangan masing-masing lokasi berbeda.

“Setiap sentra tidak sama. Sae Salera relatif lebih mudah karena tidak ada bangunan permanen, sedangkan Food Colony merupakan bangunan sehingga perlu izin khusus karena termasuk aset negara,” jelasnya.

Selain empat lokasi utama, Diskop UKM juga membuka peluang pengembangan dua sentra PKL tambahan yang masih berupa wacana, yakni di kawasan Stadion Ratu Pamelingan dan Terminal Kargo Larangan Tokol yang hingga kini belum difungsikan.

Baca Juga:  Hari Pertama Program MBG di Pamekasan, Sasar 2.932 Siswa

Menurut Sjaifudin, revitalisasi ini bertujuan menjawab keluhan PKL terkait sepinya pengunjung. Salah satu penyebabnya adalah sentra PKL yang belum memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat.

“Di daerah lain seperti Teras Malioboro atau Solo, sentra PKL ramai karena tempatnya ikonik. Orang datang bukan hanya untuk makan, tapi juga menikmati suasana. Itu yang ingin kita wujudkan di Pamekasan,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan revitalisasi membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, PKL, dan masyarakat. Ketika sentra PKL sudah ditata dengan baik, maka aktivitas PKL di luar kawasan yang ditentukan harus ditertibkan.

“Kalau sudah disiapkan tempat yang bagus, harus konsisten. Tujuannya agar masyarakat bisa datang bersama keluarga dengan nyaman, aman, dan menyenangkan,” pungkasnya. (Sukri/Ns)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *