Breaking News
Pembangunan KDKMP di Kabupaten Pamekasan. (Ist-KarimatMedia)

Lahan Jadi Penghambat: 13 Titik KDMP di Pamekasan Belum Dibangun

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Sebanyak 189 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah terbentuk di Kabupaten Pamekasan. Namun, dari jumlah tersebut, masih terdapat 13 KDKMP yang hingga kini belum dapat memulai pembangunan gerai karena terkendala ketersediaan lahan.

Achmad Sjaifudin, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Pamekasan, menjelaskan bahwa berbagai faktor menjadi penyebab belum tersedianya lahan pembangunan pada belasan KDKMP tersebut, mulai dari persoalan perizinan hingga kondisi lokasi yang dinilai kurang strategis.

“Prosesnya sekarang masih semacam perizinan dan administrasi. Ada yang memang tidak punya lokasi tanah kas desa, ada juga yang posisinya kurang strategis,” katanya saat On Air di Dinamika Madura, Selasa (03/02/2026).

Ia menyampaikan, dari total KDKMP yang ada, saat ini dua gerai KDKMP telah rampung 100 persen, masing-masing berada di Desa Samatan dan Desa Tentenan. Sementara satu gerai di Desa Bicorong, Kecamatan Pakong, progres pembangunannya sudah mendekati selesai.

Baca Juga:  Cuaca Dingin di Madura? BMKG: Bukan Aphelion, Tapi Efek Monsun Australia

Selain itu, terdapat sekitar enam KDKMP yang progres pembangunannya telah mencapai di atas 70 persen. Sedangkan sisanya masih berada pada kisaran 30 hingga 70 persen.

Adapun 13 KDKMP yang belum dibangun tersebar di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Pamekasan berada di Kelurahan Barkot dan Parteker. Kecamatan Pegantenan meliputi Desa Pegantenan, Bulangan Branta, dan Bulangan Barat. Kecamatan Waru berada di Desa Sumber Waru dan Tampojung Tenggina.

Selanjutnya di Kecamatan Palenggaan terdapat di Desa Akor. Kecamatan Pasean meliputi Desa Sana Daja dan Dempo Barat. Selain itu juga terdapat di Kecamatan Batu Marmar, meliputi Desa Tamberu, Desa Lesong Laok dan Bujur Tengah.

Baca Juga:  Semarak Hari Kartini di Udara, Radio Karimata Soroti Peran Perempuan Lewat Siaran Khusus

Achmad menegaskan, tantangan ke depan bukan hanya menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi bagaimana mengoperasionalkan KDKMP agar benar-benar memberikan manfaat ekonomi.

“PR kita bersama yang sangat menantang adalah bagaimana mengoperasionalkan KDKMP ini agar bisa menguntungkan koperasi tersebut,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan adanya wacana sinergi antara KDKMP dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di mana bahan baku dapur SPPG nantinya akan disuplai oleh KDKMP sebagai upaya memperkuat perputaran ekonomi koperasi di tingkat desa dan kelurahan. (Melli/Suk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *