Salah satu rumah warga yang terdampak longsor. (Ist - Karimatamedia)

Longsor di Pasean Meluas, BPBD Siapkan Opsi Tenda Pengungsian

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Bencana tanah longsor kembali terjadi Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (17/1/2026).

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Pasean sejak awal pekan menyebabkan pergerakan tanah yang berdampak langsung pada permukiman warga hingga memaksa puluhan warga mengungsi sementara.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akhmad Dofir Rosidi, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian sejak Jumat (16/1/2026) dan langsung melakukan pengecekan ke lokasi bencana. Berdasarkan hasil pantauan awal, kondisi longsor menunjukkan perkembangan yang semakin meluas.

“Kemarin kami sudah melakukan cek lokasi dan melihat perkembangannya semakin meluas. Karena itu hari ini kami kembali mengirim tim ke lokasi untuk mengetahui secara detail dampak yang terjadi, tingkat kerusakan, serta potensi-potensi yang mungkin masih bisa terjadi,” ujarnya kepada Gatekeeper Karimata Media.

Baca Juga:  Angin Kencang Terjang Sejumlah Wilayah di Pamekasan, Rumah Warga dan Fasilitas Pendidikan Rusak

Ia menjelaskan, akibat pergerakan tanah tersebut, sedikitnya 12 rumah warga di Desa Sana Daja tidak dapat ditempati karena mengalami kerusakan cukup parah. Warga terdampak pun memilih mengungsi sementara demi menghindari risiko lanjutan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi.

Menurut Dhofir, beberapa dusun yang terdampak longsor di antaranya Dusun Paseset Timur, Dusun Sorren, dan Dusun Laok Gunung. BPBD terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan di wilayah dengan struktur tanah labil.

Baca Juga:  Trauma Korban Jadi Penghalang, Diversi Perundungan di Pademawu Pamekasan Gagal Total

“Kami juga siap menyediakan tenda pengungsian apabila memang dibutuhkan oleh warga. Saat ini kami fokus pada pendataan kerusakan dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

BPBD Kabupaten Pamekasan mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi rawan longsor agar tetap waspada dan segera mengungsi apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah, sambil menunggu langkah penanganan lanjutan dari pemerintah daerah. (Lumi/Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *