Marak Penyakit Step Pada Anak, Dinkes Minta Orang Tua Segera Berikan Pertolongan Pertama

Kesehatan, Nasional, News1133 Dilihat

KARIMATA.NET, PAMEKASAN – Penyakit  Kejang Demam pada Anak (Step) marak terjadi di beberapa wilayah di Madura termasuk di Kabupaten Pamekasan.

dr. Saifudin M.Si Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan mengungkapkan bahwa Penyakit  Kejang Demam (Step) biasanya menyerang anak dibawah 6 tahun yang disebabkan oleh lonjakan suhu tubuh (demam) dan melebihi ambang batas kemampuan tubuh.

“Penyebab panas itu adalah karena ada infeksi, dan kejang demam disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh menahan panas, sebab anak itu memiliki ambang batas suhu panas yang rendah untuk anak tertentu,” ujarnya kepada Jurnalis Karimata, Kamis (29/02/2024) siang.

Ia menyampaikan bahwa penyakit kejang demam (step) berbeda dengan penyakit ayan (epilepsi), sebab epilepsi disebabkan karena adanya gangguan gelombang elektrik pada otak anak.

“Ayan itu tidak panas, tapi kalau step itu kejangnya karena panas yang melebihi kemampuan tubuh dan disebabkan infeksi,” tegasnya.

Dirinya juga menyebutkan bahwa kejang demam sangat berbahaya jika dibiarkan, dan  harus segera diberikan pertolongan pertama seperti dikompres atau diberi obat penurun demam.

“Kalau kejang segera bawa ke Faskes terdekat, atau dikompres dengan air hangat dan diberikan obat penurun panas, jika panas sudah turun kejangnya itu akan berhenti juga,” tambahnya.

Diketahui saat ini masuk musim hujan sehingga banyak penyakit yang bisa menyerang siapapun jika tidak menjaga pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Saat musim hujan banyak penyakit, seperti infeksi, batuk diare dan yang lainnya,” tutupnya. 

Ciri-Ciri Kejang Demam pada Anak

Saat anak mengalami kejang demam, ia akan menunjukkan beberapa tanda dan gejala berikut ini:

  • Demam tinggi dengan suhu lebih dari 38o Celsius
  • Kedua tangan dan kaki menyentak-nyentak
  • Mata berputar ke atas
  • Tidak sadar atau tidur setelah kejang selesai

Selain itu, berdasarkan lamanya kejang berlangsung, kondisi ini dapat terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Kejang demam sederhana

Kejang demam sederhana terjadi pada seluruh bagian tubuh dan tidak berulang dalam waktu 24 jam. Durasi kejang ini hanya berlangsung beberapa detik hingga kurang dari 15 menit

Kejang demam kompleks

Kejang demam kompleks biasanya hanya timbul pada salah satu bagian tubuh, misalnya tangan dan kaki kiri saja. Selain itu, kejang dapat berulang dalam periode 24 jam dan berlangsung lebih dari 15 menit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *