Sempat Mangkir Dari Panggilan Polisi, Youtuber Asal Sumenep Akhirnya Ditahan Polres Pamekasan

News, Pamekasan3788 Dilihat

KARIMATA.NET, PAMEKASAN – Youtuber asal Kabupaten Sumenep Kacong Arye akhirnya diamankan kepolisian Polres Pamekasan atas dugaan tindak pidana pornografi.

Kacong arya dilaporkan RW (21), warga Kecamatan Pamekasan atas dugaan tindak pidana pornografi.

“Benar Kacong Arya sudah diamankan di Polres Pamekasan sebagai tersangka atas kasus dugaan kasus pornografi,“ kata AKP Sri Sugiarto SH Kasi Humas Polres Pamekasan kepada jurnalis Karimata.net, Sabtu (03/02/2024).

Sri Sugiarto menjelaskan, setelah Polres Pamekasan menerima laporan dari korban pihaknya langsung melakukan penyelidikan kepada pelaku.

Menurutnya, pelaku beberapa kali mangkir dari panggilan Polisi namun  akhirnya Kacong Arya memenuhi panggilan Polisi pada Rabu 31/01/2023 dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang bersangkutan ditahan di Polres Pamekasan dalam proses penyidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Sementara, Yolies Yongky Nata, S.H.I., M.Pd.I., CM, penasehat hukum korban berharap mendapatkan keadilan atas kasus yang menimpa kliennya serta tersangka bisa mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Polres Pamekasan yang telah menangani kasus ini dengan transparan dan sesuai aturan yang ada, saya berharap didapatkan keadilan yang seadil adilnya kepada klien kami,” tambahnya.

Dirinya menyebutkan pasal yang sudah disangkakan terhadap tersangka sudah sesuai dengan pasal 29 UU RI nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar.

“Itu sudah sesuai, karena praduga menyebarkan dan merekam video tanpa seizin dari orang yang bersangkutan, itu memenuhi unsur kaidah hukum terhadap tersangka,” tegasnya.

Yongky mengatakan dirinya telah melaporkan 2 kasus berbeda yang dilakukan oleh Kacong Arye terhadap kliennya.

“Tersangka ini kami laporkan 2 kasus berbeda, yaitu kasus pornografi dan kasus penipuan yang dialami klien kami,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *