Ledakan Mortir Di Bangkalan, Polisi Tangkap 7 Orang

News, Peristiwa1305 Dilihat

KARIMATA.NET, BANGKALAN – Ledakan yang terjadi di sebuah bengkel besi tua di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan pada Jumat (29/12/2023) diduga berasal dari Mortir yang mengakibatkan 1 korban meninggal dunia.

IPDA Risna Kasi Humas Polres Bangkalan menjelaskan bahwa sekitar pukul 08.10 WIB terlihat asap hitam di lokasi gudang semi permanen besi tua milik Hori. Tak berselang lama pukul 08.20 WIB terjadi bunyi ledakan sebanyak tiga kali di lokasi dengan selisih 3-5 detik. Terdapat 5 rumah mengalami kerusakan akibat ledakan itu.

Dalam kejadian tersebut, terdapat 6 korban, 1 korban meninggal dunia dan 5 korban lainnya mengalami luka dan sedang dilakukan perawatan.

“Korban atas nama Gugus (55), warga Kampung Bedak Timur, Desa Banyuajuh meninggal dunia, Suryanto (46), warga Desa Banyuajuh, Bangkalan dan Riska (17) Perum Cendana mengalami luka berat. Sementara Ika (35) dan Siti Hamamah (46) warga Kampung Baru, Desa Kamal Bangkalan mengalami luka ringan, serta salah satu korban yang merupakan Istri Aiptu Joni di rujuk RS Bangkalan mengalami sesak nafas,” jelasnya dalam keterangan rilis yang diterima Gatekeeper Radio Karimata.

Dikutip dari Antara.com, kronologi kejadian berdasarkan hasil olah TKP dari petugas gabungan Polres Bangkalan dan Polda Jatim, ledakan itu diduga dari sebuah benda mortir, menurut Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya benda itu hendak dipotong oleh pengepul.

Saat melakukan pemotongan benda itu tiba-tiba mengeluarkan asap. Karena panik pengepul itu lari dan tidak berselang lama terjadi ledakan.

“Besi yang diduga bagian dari mortir ditemukan di tiga tempat, yakni di depan rumah warga yang tidak jauh dari lokasi, di Dermaga Kamal dan di samping gudang. Sedang kami dalami kasus ini, dan ada tujuh orang yang kami amankan,” ujar Febri.

AKBP Febri mengatakan anggotanya mengamankan tujuh orang untuk dimintai keterangan terkait dengan ledakan itu. Tujuh orang itu terdiri atas penyelam dan pengepul barang rongsokan, serta dua pekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *