KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Sebanyak 1.381 jemaah haji asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dipastikan akan melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Makkah dan Madinah pada tahun 2026 atau 1447 H.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Pamekasan, Abdul Halim, menyampaikan bahwa jumlah tersebut sesuai dengan kuota haji yang diberikan untuk Kabupaten Pamekasan dan seluruhnya telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
“Insya Allah mereka akan berangkat semua. Kami juga akan melakukan pengecekan dokumen, seperti paspor, karena kami khawatir masih ada yang belum selesai,” kata Abdul Halim saat on air di Dinamika Madura Radio Karimata, Kamis (29/01/2026).
Selain jemaah, akan ada tujuh Petugas Haji Daerah (PHD) yang bertugas mendampingi. Tujuh petugas ini terdiri dari tiga orang PHD dari Kabupaten Pamekasan dan empat orang dari Provinsi Jawa Timur.
Menurut Abdul Halim, jumlah jemaah yang berangkat bisa berubah sewaktu-waktu jika ada yang mengundurkan diri dengan alasan tertentu, terutama kesehatan. Oleh karena itu, ia mengimbau agar para jemaah menjaga kondisi kesehatan dengan baik menjelang keberangkatan.
“Dalam tiga bulan ke depan, kami belum bisa memastikan apakah ada yang menunda keberangkatan karena alasan kesehatan. Maka dari itu, penting bagi jemaah untuk menjaga kesehatan,” imbuhnya.
Selanjutnya, Kemenhaj Pamekasan akan melakukan pemeriksaan ulang dokumen para jemaah haji serta koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan terkait pelaksanaan vaksinasi meningitis dan polio.
“Hari ini kami akan mengadakan pertemuan dengan Dinkes untuk membahas teknis vaksinasi,” pungkas Abdul Halim. (Sukri/Ans)
Karimata Media Dinamika Madura