Hari Gizi Nasional 2026, Dinkes Pamekasan Ajak Warga Terapkan “Sehat Dimulai dari Piringku”

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Peringatan Hari Gizi Nasional tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa kesehatan manusia dimulai dari hal paling mendasar, yakni isi piring makan sehari-hari. 

Mengusung tema Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dengan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku”, kampanye ini mengajak masyarakat lebih sadar terhadap keseimbangan gizi dalam setiap sajian makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dr. Syaifuddin, menegaskan bahwa konsep Isi Piringku menjadi panduan sederhana namun penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, sekaligus selaras dengan imbauan Kementerian Kesehatan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal.

“Ayo kita perhatikan piring kita, isinya apa. Kita makan pakai piring, maka dari situ semuanya bisa kita ukur. Manfaatkan bahan pangan lokal yang menjadi imbauan dari Kementerian Kesehatan,” ujar dr. Syaifuddin saat menghadiri kegiatan JJS Hari Gizi Nasional sekaligus Pelantikan Pengurus JMP.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Mantapkan Langkah Jadikan Desa Wisata sebagai Destinasi Unggulan

Ia menjelaskan, dalam konsep Isi Piringku terdapat pembagian proporsi makanan yang seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, mineral hingga vitamin. Pembagian tersebut harus menjadi acuan agar nutrisi yang masuk ke dalam tubuh benar-benar sesuai kebutuhan.

“Di piring itu ada sekian persen karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Jangan sampai karbohidratnya terlalu banyak, atau lemaknya terlalu tinggi, supaya kolesterol tidak naik,” jelasnya.

Menurutnya, keseimbangan nutrisi akan memberikan dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama dalam membangun kualitas fisik dan kemampuan generasi masa depan.

Baca Juga:  Pemilih Mencoblos Lebih Dari 1 Surat Suara, KPU Sumenep Gelar PSU di Guluk-Guluk

“Kalau ini seimbang, kita harapkan nutrisi bisa memenuhi kebutuhan tubuh, sehingga manusia Indonesia yang kita cita-citakan sebagai generasi emas bisa terbangun fisiknya, sehat, tangguh, dan punya kemampuan yang bagus,” tambahnya.

Ia juga menekankan agar masyarakat tidak mudah terpancing tren makanan modern dari luar negeri, seperti makanan Korea, Jepang, atau Eropa, karena bahan pangan lokal justru lebih bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

“Sesuai tema, makanlah gizi seimbang dan manfaatkan bahan pangan lokal. Tidak perlu terpancing makanan modern, karena dengan merujuk pada proporsi kandungan gizi lokal, manfaatnya justru lebih besar untuk kesehatan kita,” Tutup dr. Syaifuddin. (Anisa/Ain)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *