KARIMATA MEDIA, PAMEKASAN – Musim hujan meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada hewan ternak, khususnya sapi. Kondisi cuaca lembap membuat sapi rawan terserang berbagai penyakit ringan seperti demam.
Kepala Bidang Peternakan dan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Slamet Budiharsono, menyampaikan bahwa sejak memasuki awal musim hujan pihaknya telah melakukan komunikasi dan edukasi kepada para peternak guna mencegah munculnya penyakit pada sapi.
“Peternak kami imbau untuk memberi pakan yang cukup, serta menjaga kebersihan sapi dan kandangnya,” ujar Slamet Budiharsono saat on air di Radio Karimata, Rabu (21/01/2026).
Menurutnya, hingga saat ini memang ditemukan sejumlah sapi yang mengalami gangguan kesehatan. Namun, jenis penyakit yang muncul masih tergolong ringan dan dapat ditangani oleh petugas di lapangan.
“Rata-rata yang terjadi saat ini hanya demam dan susah makan. Dari kasus tersebut, tingkat kematian ternak sangat rendah,” jelasnya.
Ia menambahkan, petugas peternakan terus aktif melakukan pemantauan kesehatan sapi di lapangan. Jika peternak menemukan gejala penyakit pada ternaknya, diminta segera melapor agar bisa segera ditangani.
“Di Kabupaten Pamekasan tersedia empat Puskeswan yang bisa dimanfaatkan, yakni Puskeswan Pamekasan, Waru, Pakong, dan Galis,” tambahnya.
Terkait kemungkinan munculnya penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Slamet mengakui potensi tersebut tetap ada. Namun, ia memastikan masih dapat diantisipasi dengan pengawasan ketat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli atau mendatangkan sapi dari luar daerah.
“Karena kita tidak mengetahui kondisi kesehatan sapi dari luar Pamekasan,” pungkasnya. (Sukri/ Lum)
Karimata Media Dinamika Madura