Nelayan Hilang di Perairan Gresik Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Hari Pencarian

KARIMATAMEDIA, GRESIK – Setelah dilakukan upaya pencarian selama tiga hari, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Mat Rakim (57), warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, yang sebelumnya dilaporkan hilang usai terjatuh dari perahu di perairan Gresik. Korban ditemukan pada Kamis (8/1/2026) pagi sekitar pukul 07.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie R., selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan bahwa jenazah korban ditemukan oleh tim SAR gabungan di perairan Dermaga Kelurahan Lumpur, dengan jarak sekitar 2,65 kilometer dari titik awal korban dilaporkan jatuh ke laut.

“Korban berhasil ditemukan pada hari ketiga pencarian dalam kondisi meninggal dunia,” kata Didit Arie R.

Ia menjelaskan, setelah dievakuasi dari lokasi penemuan ke darat, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan lebih lanjut.

Baca Juga:  Penganiayaan di Kowel Pamekasan Terungkap, Pelaku Diduga Menyimpan Dendam Lama

Didit menambahkan, dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) air. SRU pertama melakukan penyisiran di area seluas sekitar 1,56 mil laut, SRU kedua menyisir area seluas 2,71 mil laut dengan menggunakan perahu karet, sementara SRU ketiga melakukan pencarian di area sekitar 4,71 mil laut menggunakan speedboat.

“Selain pencarian di laut, kami juga menurunkan personel untuk melakukan penyisiran dan pemantauan darat di sepanjang pesisir pantai guna memperluas jangkauan pencarian,” ujarnya.

Menurut Didit, kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian relatif bersahabat. Namun demikian, seluruh proses pencarian tetap dilakukan dengan mengedepankan faktor keselamatan personel, mengingat area pencarian berada di jalur pelayaran Surabaya.

Baca Juga:  Dua Minibus Terlibat Laka di Taddan Sampang, Salah Satu Pengemudi Luka-Luka

“Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam operasi SAR ini, terlebih lagi area pencarian korban masuk dalam alur pelayaran Surabaya,” tegasnya.

Operasi SAR tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kantor SAR Surabaya, BPBD Kabupaten Gresik, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Satpolairud Polres Gresik, Pos Kamladu Gresik, RAPI, kelompok nelayan setempat, serta unsur SAR lainnya.

Sebelumnya, insiden yang menimpa korban terjadi pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban diketahui sedang berlayar kembali menuju dermaga dengan kecepatan tinggi usai mengantar penumpang. Di tengah perjalanan, perahu yang dikemudikan korban menabrak sebuah kapal yang sedang bersandar di dermaga, hingga korban terjatuh ke laut dan dinyatakan hilang. (Bam/Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *