Tinjau PT Garam Camplong, Zulkifli Hasan Pastikan Pangan Nasional Tetap Aman

KARIMATAMEDIA, SAMPANG — Zulkifli Hasan Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan produksi garam nasional agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor. Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja dan berdialog dengan para petani garam di kawasan produksi milik PT Garam di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Pulau Madura, Minggu (8/3/2026) siang.

Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa peningkatan produksi garam merupakan instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan garam secara mandiri tanpa impor.

Menurutnya, pemerintah mendorong penguatan produksi garam nasional dari berbagai daerah penghasil, termasuk Madura hingga wilayah timur Indonesia seperti Rote Ndao Regency di East Nusa Tenggara.

“Produksi garam nasional harus terus ditingkatkan agar kita tidak lagi impor garam,” kata Zulkifli Hasan di hadapan para petani.
Ia juga menyinggung situasi global, termasuk ketegangan geopolitik saat ini. Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi pangan nasional tetap aman.

Baca Juga:  Rumah Ketua KPPS di Nyalabu Daya Dapat Teror, Polisi Telusuri Motifnya

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi potensi konflik global sejak awal dengan memperkuat kebijakan swasembada pangan. Ia menyebut kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri.

“Alhamdulillah dalam satu tahun ini produksi beras kita meningkat dan sudah mencapai surplus sekitar 4,2 juta ton. Jadi pangan aman, tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Selain beras dan garam, pemerintah juga menargetkan peningkatan produksi jagung, ikan, telur, dan daging ayam untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Salah satu program yang disiapkan adalah pembangunan seribu kampung nelayan di berbagai daerah, termasuk di Madura seperti Kabupaten Sampang, Sumenep, dan Pamekasan.

Baca Juga:  Dapur Rumah Warga Durbuk Pademawu Terbakar, Kerugian Capai Rp3 Juta

Program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan menyediakan fasilitas pendukung seperti pabrik es dan sarana penyimpanan hasil tangkapan agar nelayan memiliki daya tawar yang lebih baik saat menjual ikan.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Pangan juga meninjau langsung proses produksi garam di PT Garam Camplong, termasuk melihat garam hasil produksi petani sebelum masuk ke tahap pengolahan di pabrik. Usai melakukan peninjauan, dilanjutkan dengan dialog bersama para petani garam untuk menyerap aspirasi terkait peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

“Mengenai persediaan, stok untuk sembako pangan kita di bulan puasa, menjelang lebaran tersedia cukup dan terjangkau aman,” pungkasnya. (Ayu/Lum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *