Petani Garam Galis Pamekasan Dukung Swasembada, Minta Kepastian Harga dan Produksi Garam Industri

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN — Petani garam asal Kecamatan Galis, Rahmad Hidayat, menyatakan dukungannya terhadap program swasembada pangan garam yang dicanangkan pemerintah pusat. Ia berharap kebijakan tersebut tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani di daerah.

Rahmad Hidayat mengatakan dirinya lahir dan besar dari keluarga petani, sehingga sangat memahami kondisi dan harapan para petani garam di lapangan. Ia menilai program swasembada garam yang digagas pemerintah merupakan langkah baik untuk memperkuat kemandirian nasional di sektor pangan.

“Saya sangat setuju dengan adanya swasembada pangan, terutama garam yang bersifat nasional seperti yang digagas Presiden. Namun kami berharap bukan hanya sebatas harapan, tetapi kami juga ingin merasakan secara utuh apa itu swasembada pangan garam,” ujarnya kepada Jurnalis Karimata Media, Minggu (08/03/2026).

Baca Juga:  Laka Lantas di Jalan Raya Tamberu, Batumarmar, Pamekasan: Kedua Pengemudi Sepakat Berdamai

Ia juga menyoroti penjelasan pemerintah terkait kemungkinan impor garam untuk kebutuhan industri. Menurutnya, pemerintah perlu mendorong produksi garam industri di dalam negeri agar petani lokal bisa ikut berperan lebih besar dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

“Tadi Pak Menteri menjelaskan ada sebagian garam yang masih bisa diimpor untuk kebutuhan industri. Tapi kami juga bertanya, apakah tidak bisa kita memproduksi garam industri sendiri, bukan hanya garam konsumsi,” katanya.

Rahmad menilai keberadaan PT Garam di lingkungan masyarakat pesisir sangat penting dan bisa menjadi motor penggerak bagi peningkatan produksi garam nasional. Ia berharap jika ada program nasional terkait swasembada garam, PT Garam juga dapat memiliki peran tambahan agar manfaat program tersebut benar-benar dirasakan petani secara signifikan.

Baca Juga:  Cegah Kendaraan Curian, Ratusan Kendaraan Terjaring Razia di Bangkalan

Selain itu, ia juga mengungkapkan kegelisahan petani terkait ketidakpastian harga garam di pasaran. Menurutnya, harga yang fluktuatif seringkali membuat petani mengalami kerugian.

“Kami sebagai petani sering menghadapi ketidakpastian nasib. Jika harga tinggi kami sangat bersyukur, tetapi jika harga di bawah itu tentu sangat merugikan dan meresahkan. Kami berharap ada patokan harga untuk kemajuan ke depan,” pungkasnya. (Lumi/Ay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *