KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Jembatan penghubung antara Desa Pangorayan, Proppo menuju Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, sempat ambruk pada Rabu (11/2/2026). Akibat kejadian tersebut, akses utama warga sempat tertutup sebelum akhirnya dilakukan perbaikan sementara secara gotong royong oleh warga bersama unsur Forkopimda setempat.
Kapolsek Proppo Polres Pamekasan, AKP Achmad Supriyadi, S.H., M.H., mengatakan sejak ambruknya jembatan, pihak kecamatan, pemerintah desa, Koramil, Polsek Proppo, serta masyarakat langsung berkoordinasi untuk memastikan akses warga tetap bisa digunakan, mengingat jalur tersebut merupakan jalan kabupaten dan sangat vital bagi aktivitas masyarakat.
“Jembatan ini akses utama warga. Setelah kejadian kemarin, pagi ini langsung dilakukan gotong royong perbaikan sementara agar bisa dilewati, sambil menunggu penanganan teknis dari pemerintah kabupaten,” ujarnya saat On Air di Radio Karimata Dinamika Madura, Kamis (12/02/2026) siang.
Perbaikan darurat dilakukan dengan memanfaatkan material bambu. Jembatan sementara tersebut memiliki panjang sekitar 6 meter dan lebar sekitar 1,5 meter. Akses ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki, sementara kendaraan roda empat belum diperbolehkan melintas demi keselamatan.
Menurut keterangan di lapangan, kerusakan jembatan sebenarnya sudah terlihat sejak sekitar sepekan lalu berupa retakan, sebelum akhirnya ambruk total pada Rabu (11/02/2026) kemarin. Kini, jembatan darurat sudah bisa dimanfaatkan warga, mulai dari pedagang sayur, anak-anak sekolah, hingga ibu-ibu yang hendak ke pasar.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, petugas telah memasang tanda larangan bagi kendaraan roda empat sekitar 100 meter sebelum lokasi jembatan. Pengendara mobil diarahkan mengambil jalur alternatif melalui Banyubulu yang tembus ke Rek Kerrek.
AKP Achmad Supriyadi menambahkan, petugas dari Dinas PUPR Kabupaten Pamekasan telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengukuran teknis. Namun, hingga saat ini jadwal pasti perbaikan permanen masih menunggu keputusan dari pemerintah kabupaten.
“Kami berharap segera ada perbaikan permanen, karena jembatan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat,” pungkasnya.
Berkat dukungan seluruh pihak, jembatan darurat berhasil diselesaikan dan kini sudah dapat dilintasi kembali. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas, mengingat jembatan sementara tersebut terbuat dari bambu. (Lumi/Ag)
Karimata Media Dinamika Madura