Swadaya Sosial di Palengaan, 13 Rumah Warga Miskin Ekstrem Dibangun

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Semangat gotong royong social kembali tumbuh di Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan, hal itu terlihat dari sebanyak 13 rumah warga yang masuk dalam miskin ekstrem di kecamatan tersebut mendapat bantuan pembangunan rumah.

Bantuan itu bervariasi salah satunya berupa bahan bangunan dari donasi para dermawan.

Camat Palengaan, Muzani, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari keprihatinan pemerintah kecamatan terhadap kondisi warga miskin ekstrem yang tinggal di rumah tidak layak.

“Di tengah keterbatasan kewenangan dan anggaran, kami berupaya mencari jalan keluar. Salah satunya dengan menghimpun kekuatan bersama, baik dari tokoh masyarakat, kepala desa, hingga para donatur,” ujar Camat Palengaan saat on air di Dinamika Madura.

Baca Juga:  Madura United Raih Lisensi AFC, Siap Berkompetisi di Ajang Internasional

Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan program nasional pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat. Namun, karena tidak semua warga dapat langsung terakomodasi melalui program resmi pemerintah, pihak kecamatan memilih bergerak melalui jalur swadaya.

“Program swadaya ini kemudian dikemas dalam inovasi kecamatan bernama Kapal Bersandar, singkatan dari Kecamatan Palengaan Bersantunan Bersama Saudagar. Program ini melibatkan masyarakat mampu, rekan kerja, serta mitra kecamatan,” tambahnya.

Sejak dimulai pada Juli 2025 hingga akhir Desember 2025, sebanyak 13 rumah dibangun dan tersebar di beberapa desa di Kecamatan Palengaan. Pada Januari 2026, pembangunan rumah kembali dilanjutkan di Dusun Tenggina, Desa Palengaan Daja.

Baca Juga:  APPTN Soroti Komitmen Tiga Capres-Cawapres Terkait Keberpihakan Ekosistem Tembakau

“Salah satu penerima manfaat awal adalah Ibu Laila, warga Desa Banyu Pele, Palengaan, yang sebelumnya tinggal bersama keluarganya di sebuah gubuk sederhana,” pungkasnya. 

Kondisi itu menjadi bukti nyata bagi para donatur bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Selain pembangunan rumah, kecamatan juga menjalin koordinasi lanjutan dengan pihak PLN untuk pemasangan listrik gratis bagi rumah warga yang sebelumnya belum teraliri listrik. Ke depan, tantangan yang masih dihadapi adalah peningkatan ekonomi keluarga penerima bantuan agar keberlangsungan hidup mereka semakin baik. (Ag/Suk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *