Direktur Utama PT. Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Annisa Zhafarina (Ist- Karimata Media)

Komdis PSSI Denda Madura United Rp140 Juta, Manajemen Soroti Kepemimpinan Wasit

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada Madura United usai laga kontra PSIM Yogyakarta yang digelar pada 10 Januari 2026 lalu. Akibat penyalaan flare oleh suporter serta dua kartu merah yang diterima pemain, Laskar Sape Kerrab diganjar denda dengan total mencapai Rp140 juta.

Direktur Utama PT. Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Annisa Zhafarina menyatakan menghormati keputusan Komdis PSSI tersebut dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi serius, khususnya terkait kedisiplinan pemain di lapangan serta pengelolaan suporter di tribun.

“Kami menghormati keputusan Komdis PSSI. Denda ini menjadi catatan penting bagi kami untuk melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi internal tim maupun manajemen suporter,” ujarnya.

Baca Juga:  Kasus Wartawan JTV Belum Dilimpahkan, Kejari Pamekasan Tegaskan Sudah P21 Sejak Agustus

Meski demikian, manajemen Madura United juga menyoroti pentingnya ketegasan dan konsistensi perangkat pertandingan dalam memimpin jalannya laga. Menurut klub, masih terdapat sejumlah keputusan pelanggaran yang dinilai tidak masuk akal dan berpotensi memicu emosi pemain di atas lapangan.

“Kami menilai ada beberapa keputusan yang kurang konsisten dan berpotensi memancing reaksi pemain. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama demi menjaga kualitas pertandingan, sportivitas, serta rasa keadilan dalam kompetisi,” tegas Annisa.

Baca Juga:  DKPP Pamekasan Terjunkan 8 Dokter Hewan dan 55 Paramedik untuk Periksa Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Ke depan, Madura United berkomitmen melakukan pembenahan internal secara berkelanjutan, sembari berharap seluruh elemen kompetisi mulai dari wasit, pemain, hingga ofisial dapat menjalankan perannya secara profesional agar kompetisi sepak bola nasional berjalan lebih sehat.

Tak hanya itu, manajemen juga mengajak seluruh suporter Madura United untuk kembali menegakkan nilai kedewasaan dalam mendukung tim kebanggaan. Mengingat pada musim 2023/2024 lalu, suporter Madura United sempat menyabet predikat Best Supporter.

“Kita pernah menjadi yang terbaik. Mari terapkan kembali semangat Madrudji dan dukung tim dengan cara-cara positif,” pungkasnya. (Lumi/Bam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *