KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Tim Ambulance Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan yang tergabung dalam Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tahun 2025/2026Â bergerak cepat merespon laporan warga yang butuh pertolongan pertama akibat mengalami kecelakaan, Kamis (4/12/2025).
Sobri Asbullah dan Aliyatul Mafakhiroh petugas Ambulance mengabarkan, informasi pertama diterima dari warga di sekitar lokasi kecelakaan, jalan Pintu Gerbang Pamekasan, kamis (04/12/2025) pagi .
“Kami menerima informasi akurat dari warga di lokasi TKP, tim Ambulance PMI meluncur bersama Tim PCC dan semua petugas sudah siap dengan segala perlengkapan termasuk tas P3K sudah disiapkan tiap pergantian shift piket mas,” Ujar Sobri Asbullah kepada Jurnalis Karimata Media.
Tiba di lokasi kejadian, tim ambulance melakukan Asesmen terutama kepada korban Alvin 20 THN asal Jln Raya Palduding Pamekasan, yang memerlukan pertolongan pertama, sesuai batasan Standar Operasional Prosedur (SOP) PMI sebelum ditangani oleh oleh dokter atau tim medis selanjutnya. Tim Ambulance PMI Pamekasan bersama tim Pamekasan Call Care (PCC).
“Kita hanya melakukan perawatan luka di tempat karena korban mengalami luka abrasi di bagian tangan kanan dan kiri,” kata Aliyatul Mafakhiroh tim ambulance PMI Pamekasan.
Wakil Kepala Markas PMI Pamekasan Yulianto Prayitno menjelaskan PMI Pamekasan sejak tanggal 1 Desember 2025 tergabung dalam tim Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Pamekasan Tahun 2025/2026, Pemerintah Kabupaten Pamekasan dipusatkan di Area Monumen Arek Lancor bersama relawan lainnya termasuk TNI, POLRI di bawah Koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan.
“Berdasar surat yang kita terima, dalam rangka Penanganan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Pamekasan Tahun 2025/2026, Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah mendirikan Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025/2026 selama kurang lebih 4 bulan terhitung dari tanggal 1 Desember 2025 Sampai 31 Maret 2026 dan akan diperpanjang jika diperlukan,” ujar Yulianto.Â
Yulianto menambahkan, jika terkait kesiapan, Tim PMI harus siap sesuai SOP yang kita terapkan.
“Di setiap waktu dibutuhkan kita terutama relawan PMI harus siap mas, tapi tentu dengan batasan-batas SOP yang diterapkan di PMI, apalagi ini di bawah koordinasi BPBD yang bergerak sesuai petunjuk dan kewajiban kami,” pungkas Yulianto Prayitno. (Hendra/SL)
Karimata Media Dinamika Madura