Serangan Tikus Merebak di Awal Musim Tanam, Petani Pamekasan Mulai Resah

KARIMATAMEDIA,PAMEKASAN — Serangan hama tikus kembali menjadi ancaman serius bagi para petani di Kabupaten Pamekasan. Pada awal musim tanam tahun ini, sejumlah kecamatan mulai melaporkan kerusakan pada tanaman padi dan jagung akibat populasi tikus yang meningkat di lahan pertanian.

Kondisi tersebut membuat petani khawatir terhadap potensi penurunan hasil panen. Mereka menilai ancaman hama kali ini datang lebih cepat dibandingkan musim tanam sebelumnya.

Koordinator Pejabat Unit Pelaksana Teknis (PUPT) Kabupaten Pamekasan, Dinas Pertanian UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur, Budhiawan Setiaji, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah pengendalian di sejumlah titik.

“Kami melakukan sanitasi lahan secara menyeluruh di beberapa wilayah yang terindikasi mengalami serangan tikus. Upaya ini dilakukan agar kondisi lahan lebih bersih dan mengurangi tempat berkembangbiaknya hama,” ujarnya saat ditemui pada kamis (04/12/2025).

Baca Juga:  BPK XI Jatim Sesalkan Cagar Budaya Jadi Korban Aksi Anarkis, Kerugian Ratusan Miliar

Selain sanitasi, timnya juga memberikan edukasi kepada petani terkait metode pengendalian yang lebih efektif, termasuk penggunaan trap barrier system (TBS) di area rawan.

Budhiawan menambahkan, Kabupaten Pamekasan telah menerima 300 kilogram rodentisida dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendukung upaya penanganan. Distribusinya dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan laporan kelompok tani dan luas lahan terdampak.

“Penyaluran rodentisida berdasarkan laporan dari poktan. Setelah itu kami melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kebutuhan masing-masing wilayah,” jelasnya.

Hingga awal Desember, laporan serangan tikus telah masuk dari beberapa kecamatan, diantaranya Larangan (dua laporan), Pegantenan (dua laporan), Pakong, dan Batumarmar. Data ini diperkirakan masih berkembang seiring proses tanam yang terus berjalan.

Baca Juga:  Dampak Balap Liar di Bangkalan, Dari Gangguan Ketertiban hingga Ancaman Keamanan

Budhiawan menegaskan pihaknya terus memaksimalkan pengendalian agar kerugian petani dapat ditekan sejak dini. Ia berharap kolaborasi antara petani dan petugas lapangan dapat mempercepat penanganan sehingga ancaman gagal panen dapat dihindari.

Sementara, Syahid petani asal Kadur Pamekasan berharap pihak terkait bisa membantu para petani untuk membasmi hama tikus di Daerah.

” Di Kadur ada yang hampir 80% diserang hama tikus, sehingga itu sudah dapat dipastikan gagal tanam,” tutupnya. (Ziyad/SL)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *