KARIMATAMEDIA, SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 10 hingga 20 Februari 2026. Cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.
BMKG Juanda menyebutkan, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Selain itu, peringatan juga berlaku untuk Kota Kediri, Blitar, Malang, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, Madiun, Surabaya, dan Kota Batu.
“Seluruh wilayah Jawa Timur saat ini berada pada musim hujan dan beberapa daerah masih mengalami puncak musim hujan. Dalam sepuluh hari ke depan diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” tulis BMKG Juanda dalam keterangannya.
BMKG menjelaskan, potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia, adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan Gelombang Rossby yang melintasi Jawa Timur, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup hangat, serta kondisi atmosfer lokal yang labil. Faktor-faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak, khususnya hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau bert tebing diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca terkini melalui citra radar cuaca WOFI dan peringatan dini BMKG, baik melalui website resmi Stasiun Meteorologi Juanda, media sosial @infobmkgjuanda, maupun layanan informasi 24 jam yang telah disediakan BMKG. (Anisa/Suk)
Karimata Media Dinamika Madura