KARIMATAMEDIA, SUMENEP – Sejumlah jamaah haji di Kabupaten Sumenep menunda keberangkatan pada musim haji tahun ini. Penundaan ini terjadi karena beberapa faktor, mulai dari kendala dana hingga alasan keluarga.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sumenep, Halimi menjelaskan bahwa jamaah haji diundang setiap tahun sesuai antrian. Jemaah yang mendapat undangan berhak melakukan pelunasan biaya haji. Namun, apabila tidak melunasi, maka akan kembali dipanggil di tahun berikutnya.
“Setiap jamaah yang diundang berhak melunasi. Jika tidak melunasi maka akan diundang di tahun berikutnya. Ada beberapa jamaah yang memberikan pernyataan penundaan ada juga yang tidak” ujar Halim saat On Air di Program Dinamika Madura, Kamis (22/01/2026)
Ia mengatakan, pada tahap pertama tercatat 94 jamaah yang tidak melakukan pelunasan. sementara pada tahap kedua, tercatat sebanyak 267 jamaah yang tidak melakukan pelunasan. alasan penundaan beragam, mulai dari kendala dana hingga tidak bisa berangkat bersamaan dengan pasangan suami atau istri.
Meski demikian, hingga saat ini sebanyak 1.415 jemaah asal Kabupaten Sumenep dinyatakan siap berangkat. Namun, jumlah tersebut masih bersifat sementara dan menunggu pembaruan data seiring dengan masa pelunasan yang masih berjalan.
Dari sisi administrasi, proses paspor jemaah haji juga terus berlangsung. Sebanyak 992 paspor jamaah telah diantar ke surabaya untuk pengurusan dokumen perjalanan.
Halimi berharap seluruh jamaah yang telah siap berangkat tetap menjaga kesehatan dan mulai mempersiapkan diri sejak dini. Ia juga menghimbau jemaah untuk mengikuti bimbingan manasik haji yang akan dilaksanakan pada bulan Februari mendatang di kantor Kemenhaj setempat.
“Kami berharap jemaah tetap menjaga kesehatan dan mulai belajar manasik dari sekarang agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar” pungkasnya. (Maya/Ag)
Karimata Media Dinamika Madura